380 Pegawai Non-ASN di RSUD Maros Dapat Perlindungan BPJS-TK

Penandatanganan MoU digelar antara BPJS Ketenagakerjaan Maros dengan RSUD Salewangang Maros di Grand Town Hotel Maros, Kamis 11 April 2019.
Penandatanganan MoU digelar antara BPJS Ketenagakerjaan Maros dengan RSUD Salewangang Maros di Grand Town Hotel Maros, Kamis 11 April 2019.

Terkini.id, Maros – Ratusan pegawai non-ASN di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros, ikut mendapat jaminan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Hal itu setelah penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan antara BPJS Ketenagakerjaan Maros dengan RSUD Salewangang Maros di Grand Town Hotel Maros, Kamis 11 April 2019 lalu.

MoU tersebut terkait Kepesertaan Non ASN di lingkup RSUD Salewangang Maros yang jumlahnya mencapai 380 orang.

Penandatangan tersebut disaksikan langsung oleh  Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi, Muh. Ferdiansyah S.Ip dan juga dirangkaikan dengan Sosialisasi Program dan Manfaat BPJS Ketenagakerjaan.

Muh Ferdiansyah SIp, selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi memberikan apresiasi kepada RSUD Salewangang atas kesadarannya terhadap Jaminan Sosial.

“Terima kasih untuk RSUD Salewangang, saat ini sdh ada 3 Dinas yang telah menganggarkan terkait perlindungan BPJS Ketenagakerjaan nanti akan disusul oleh dinas-dinas lainnya khususnya yang memiliki resiko kerja sngat tinggi, dan dengan ini saya juga merasa terbantu dan bisa mengurangi volume kerja kami di disnaker, karena kalau ada masalah dunia kerja, pasti yg pertama di datangi itu ya kami,” tutupnya.

Bukti Komitmen RSUD Salewangang

Dr Hj Maryam Haba, M.Kes, selaku Plt Direktur RSUD Salewangang Maros mengatakan bahwa ini adalah bukti komitmen kepada Negara khususnya Kabupaten Maros untuk mengimplementasikan amanah UU tersebut.

Seluruh pegawai Non ASN dalam lingkup RSUD yang berjumlah 380 orang tersebut, didaftarkan dengan tujuan memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kerja Non ASN di lingkup RSUD Salewangang Maros.

“Kami mendaftarkan karyawan Non ASN kami agar mereka merasa lebih aman dan tenang karena kami menyadari bahwa mereka memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang besar dan kami menyadari bahwa mereka adalah aset yang sangat berharga bagi kinerja dari RSUD Salewangangm: tutupnya.

Dapat Perlindungan JKK dan JKM

Lubis Latif, Kepala Kantor Cabang Perintis BPJS Ketenagakerjaan Maros mengatakan seluruh karyawan/ti dari RSUD Salewangang diberikan perlindungan dalam 2 Program, antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Dua program ini merupakan bentuk perlindungan jaminan sosial yang diberikan kepada karyawan/ti Non ASN yang ada di RSUD Salewangang

“Kami memberikan 2 bentuk perlindungan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada karyawan/ti Non ASN yang ada di RSUD Salewangang,” urainya.

Tentang BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan merupakan Badan Hukum Publik yang dibentuk berdasarkan UU No. 24 Tahun 2011 yang bertujuan untuk memberikan perllindungan Jaminan Sosial kepada seluruh Masyarakat pekerja Indonesia.

BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarankan 4 Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yaitu:

  1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yang memberikan perlindungan dari segala bentuk resiko akibat kerja baik resiko yang mungkin terjadi dalam perjalanan menuju tempat kerja maupun sebaliknya dan untuk biaya pengobatan yang diberikan unlimited sesuai kebutuhan medis, terdapat biaya penggantian upah selama tidak bekerja dan apabila Tenaga Kerja Mengalami meninggal dunia akibat kecelakaan kerja maka santunan yang diberikan sebesar 48 kali gaji terlapor
  2. Jaminan Kematian (JKM) yaitu santunan yang diberikan kepada ahli waris tenaga kerja sebesar Rp 24 Juta apabila tenaga kerja meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja
  3. Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan program penghimpunan dana yang ditujukan sebagai simpanan yang dapat dipergunakan oleh peserta, terutama bila penghasilan yang bersangkutan terhenti karena berbagai sebab, seperti cacat total tetap, telah mencapai usia 56 tahun, meninggal dunia atau berhenti bekerja (PHK, mengundurkan diri, atau meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya)
  4.  Jaminan Pensiun (JP) Merupakan program yang diperuntukan bagi peserta/ahli waris pada saat memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap dan meninggal dunia. Program Jaminan Pensiun diselenggarakan berdasarkan manfaat pasti.
Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

120 Anggota Kodim 1425 Jeneponto Jalani Tes Urine

Terkini.id,Jeneponto - Sebanyak 120 angggota Kodim 1425 Jeneponto ikut serta melakukan tes urine. Ini dilakukan dalam rangka Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba