Terkini.id, Toraja – Tana Toraja, daerah wisata yang memiliki daya magis bagi wisatawan yang diseluruh dunia. Daerah yang berada di pegunungan ini memiliki godaan memikat yang sulit dielakkan bagi siapa pun yang mencintai petualangan.
Siapa yang tak mengenal Tana Toraja? Ketika Anda mengetikkan kata Tana Toraja di situs pencarian terbesar, Google pun akan keluar jutaan hasil yang berkaitan dengan kata ini.
Hal ini membuktikan bahwa Tana Toraja, atau yang lebih sering disebut Toraja merupakan salah satu kawasan pariwisata unggulan yang mampu bersaing dengan kawasan pariwisata bintang lima lainnya diseluruh belahan dunia.
Brosur-brosur mengenai Toraja ini pun dapat dengan mudah ditemukan pada berbagai biro perjalanan.
Apa yang dikemukakan bukanlah isapan jempol semata, keelokan geografis yang berpadu dengan kemisteriusan budaya menjadi daya tarik yang sulit dielakkan. Begitupun yang terjadi ketika menginjakkan kaki di tanah magis ini.
- Pemprov Sulsel Alokasikan Rp278 Miliar Preservasi Jalan, Akses Luwu--Toraja--Palopo Jadi Prioritas
- Soal Pemerataan Pembangunan, Firmina Minta Pemprov SulselPerhatikan Toraja
- Jenazah Korban Kebakaran Glodok Plaza Tiba di Makassar, Akan Dikebumikan di Toraja
- Bertahun-tahun Pakai Lampu Minyak, Kini 14 Desa di Tana Toraja Bisa Nikmati Terangnya Natal dengan Listrik PLN
- Pj Gubernur Sulsel Dukung Sertifikasi Bibit Cabai Salo Dua Enrekang dan Katokkong Toraja
Perjalanan yang ditempuh dari ibukota provinsi Sulsel, Makassar membutuhkan waktu perjalanan sekitar 8 jam dengan menggunakan bus.
Dulu pernah diwacanakan untuk membuka akses perjalanan melalui udara dengan membangun bandara yang dapat diakses oleh pesawat-pesawat perintis yang berpenumpang sedikit.
Tetapi, kemudian rencana tersebut masih belum terealisasikan, meskipun saat ini telah ada bandara dan dapat diakses oleh helikopter, yang penggunaannya pun masih terbatas.
Sebagian bus menuju Toraja memiliki jadwal keberangkatan pagi antara pukul 07 wita hingga 10.00 wita keberangkatan malam antara pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WITA.
Tarif yang ditawarkan pun berbeda-beda mulai dari Rp80 ribu hingga Rp100 ribu, dengan fasilitas yang berbeda pula. Perjalanan yang memakan waktu tidak pendek ini akan sepadan dengan apa yang akan Anda nikmati di tanah magis ini.
Beberapa lokasi wisata ini bisa Anda datangi ketika ingin berwisata ke Tana Toraja.
1. Batutumonga.

Salah satu objek wisata yang terkenal adalah Batutumonga yang berlokasi di daerah Sesean. Di daerah ini terdapat 56 menhir batu dalam sebuah lingkaran dengan Lima pohon kayu ditengahnya.
Kebanyakan dari batu menhir itu berukuran dua sampai tiga meter tingginya. Pemandangan yang sangat mempesona di atas Rantepao dan lembah disekitarnya, dapat dilihat dari tempat ini.
2. Kambira (Kuburan Bayi/Passilikan).

Kawasan kuburan ini khusus diperuntukan bagi anak-anak bayi yang meninggal sebelum tumbuh giginya karena dianggap masih suci. Mereka dikuburkan dalam sebuah lubang yang dibuat pada pohon Tarra yang dipilih karena banyak memiliki getah, dan dianggap sebagai pengganti air susu ibu bagi bayi-bayi yang telah meninggal ini, sebagai mana kepercayaan adat masyarakat setempat.
Pohon Tarra merupakan pohon yang sangat tua dengan diameter sekitar 80-100 cm. Lubang yang dibuat untuk menguburkan bayi ini lalu di tutupi ijuk dari pohon Enau. Pemakaman seperti ini dilakukan oleh suku Toraja pengikut Aluk Todolo (kepercayaan terhadap leluhur).
Bayi tanpa dibungkus kain langsung dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat, selayaknya bayi yang berada dalam rahim sang ibu.
Kuburan bayi ini terletak di desa Kambira yang jarak tidak jauh dari kota Makale. Untuk mencapainya, Anda menggunakan kendaraan pribadi, atau angkutan dari Makale atau dari Rantepao.
Untuk memasuki kompleks pemakaman Bayi Kambira ini, pengunjung dikenakan biaya Rp 5.000 per orang. Anda juga dapat memperoleh buah tangan khas Tana Toraja di lokasi ini.
3. Ke’te’ Kesu’.

Ke’te’ Kesu’ adalah obyek wisata yang sudah populer diantara turis domestik dan asing sejak tahun 1979 yang terletak dikampung Bonoran yang berjarak 4 km dari Kota Rantepao.
Obyek wisata ini sangat menarik, oleh karena memiliki suatu kompleks perumahan adat Toraja yang masih asli, yang terdiri dari beberapa Tongkonan, lengkap dengan Alang Sura (lumbung padinya).
Obyek wisata ini dilengkapi pula dengan area upacara pemakaman (rante), kuburan (liang) purba dan makam-makam modern, namun tetap berbentuk motif khas Toraja, pemukiman, perkebunan dan persawahan.
4. Buntu Pune.

Obyek wisata Buntu Pune terletak sekitar 3 km arah selatan jurusan Ke’te’ Kesu. Pada lokasi tersebut terdapat beberapa lumbung dan tongkonan yang dipindahkan dari daerah perbukitan dan lereng-lereng gunung batu serta dibangun bertipe permukiman orang Toraja zaman dulu yang bernuansa eksklusif.
Buntu Pune didukung oleh latar belakang batu cadas dimana pada dinding-dinding batu tersebut terdapat gua-gua alam yang juga dimanfaatkan untuk kuburan-kuburan leluhur.
Dengan demikian banyak menjumpai erong (peti mayat purba) di dalam liang-liang tersebut. Di lokasi tersebut terdapat juga patane (kuburan dari semen) di puncak gunung batu yang dibuat sekitar tahun 1918 dan sampai saat ini masih digunakan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.