4 Pasien Covid-19 Pulang Paksa di RSUD Daya Makassar

Terkini.id, Makassar – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Daya Kota Makassar dr Ardin Sani mengatakan sudah ada 4 pasien Covid-19 yang pulang paksa.

Pasien yang pulang paksa tersebut bukan lantaran kapasitas RS penuh sehingga tak bisa memberi layanan, melainkan keluarga pasien menolak keluarganya dirawat di rumah sakit.

“Dia mau kalau pasien dirawat maunya dia pendampingnya ikut masuk sementara itu kan tidak dibolehkan,” kata dr Ardin, Kamis, 22 Juli 2021.

Baca Juga: Polres Enrekang Usut Dokter yang Sebut Pasien Covid-19 Tak Pernah...

Ihwal alasan keluarga pasien, kata dr Ardin, rata-rata memiliki alasan yang sama. 

“Pertama menolak dirawat di ICU dan menolak juga di Swab,” paparnya.

Baca Juga: Biaya Makan Pasien Covid-19 Umsini Ditanggung Pemkot Makassar, Danny Pomanto:...

Pemulangan paksa terhadap pasien Covid-19 ke rumah dinilai berbahaya lantaran berpotensi besar menularkan ke keluarga dan kerabat. 

Di sisi lain, dr Ardin mengatakan terjadi  peningkatan pasien Covid-19 dari Juni ke Juli 2021.

Ia mendata jumlah pasien Covid-19 pada Juni 2021 sebanyak 26 pasien. Sementara pada bulan Juli 2021 jumlah kasus Covid-19 mengalami lonjakan drastis.

Baca Juga: Respons Instruksi Wali Kota Makassar, Lurah Banta-Bantaeng Kirim 5 Pasien...

“Yang kami rawat sekitar 56 orang, 20 di antaranya berasal dari luar kota, 8 orang dari Jakarta, juga ada dari Pinrang dan Papua,” kata dr Ardin.

Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa pasien akhirnya pulih dan sembuh. Saat ini total pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 21 orang. 

“19 orang sudah terkonfirmasi positif dan 2 orang masih berstatus PDP sementara menunggu hasil dari BBLK,” kata dia.

“Mudah-mudahan kalau kita sudah punya lab PCR yang berfungsi, status PDP lebih cepat terselesaikan,” ungkapnya.

Bagikan