Makassar Terkini
Masuk

4 Petugas Forensik Jadi Tersangka, Denny Siregar Singgung Soal Pasal Karet Penistaan Agama

Terkini.id, Jakarta – Denny Siregar kembali menanggapi terkait empat petugas forensik RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, yang dijadikan tersangka karena memandikan jenazah wanita pasien suspek Covid-19. Denny Siregar mengaku hingga sekarang ia masih bingung mengapa empat petugas forensik tersebut dijadikan tersangka.

“Sampai sekarang gua nggak paham masalah 4 orang nakes yang dijadikan tersangka karena memandikan jenazah wanita yang kena covid-19,” tulisnya di akun twitter @Dennysiregar7 pasa Selasa, 23 Februari 2021.

Denny lalu menambahkan keheranannya terkait penggunaan pasal penistaan agama dalam kasus tersebut.

“Kenapa pasal yang digunakan pasal penistaan agama? Apa pasal itu begitu karetnya, sampai bisa dipakai dalam situasi apa saja?” tambah Denny.

Adapun terkait empat petugas forensik yang dijadikan tersangka tersebut berawal dari laporan suami pasien, Fauzi Munthe ke Polres Pematangsiantar.

Dilansir dari tribunnews.com, Fauzi Munthe mengaku tidak terima karena jenazah istrinya, Zakiah dimandikan oleh petugas laki-laki yang bukan muhrimnya.

Berdasarkan laporan tersebut, keempat petugas forensik yang memandikan jenazah Zakiah pun dijerat dengan Pasal 156 huruf a juncto Pasal 55 ayat 1 tentang Penistaan Agama.

Namun, meski telah dijadikan tersangka, keempat petugas tersebut tidak ditahan di rumah tahanan melainkan hanya menjadi tahanan kota.

M. Chadafi, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Siantar menyampaikan bahwa alasan tidak dilakukan penahan karena keempatnya masih dibutuhkan sebagai petugas medis di ruang Instalasi jenazah Forensik di RSUD Djasamen Saragih.

“Kita khawatir kalau dilakukan penahanan di rumah tahanan akan mengganggu proses berjalannya kegiatan forensik. Di antara memandikan jenazah dan sebagainya. Kita nggak mau gara-gara ini kegiatan itu terhenti apalagi sekarang kondisi pandemi,” jelas Chadafi di kantor Kejari Pematangsiantar, Jumat, 19 Februari 2021, dilansir dari Kompas.com.

Keempat petugas forensik tersebut juga mendapat bantuan hukum dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

“Kami sebagai kuasa hukum PPNI siap memberikan bantuan hukum hingga proses persidangan,” Muhammad Siban, pengacara dari Badan Bantuan Hukum PPNI pada Jumat, 19 Februari 2021.