Terkini.id, Parepare – Pemerintah Kota Parepare mulai melakukan labelisasi atau pemberian label khusus bagi warga prasejahtera penerima bantuan sosial atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Penanda label yang dipasang, baik berupa stiker (untuk rumah kayu), dan tanda semprotan (untuk rumah batu).
Hal itu dimaksudkan untuk mengefektifkan penyaluran bantuan sosial agar tak tumpang tindih.
Kepala Dinas Sosial Kota Parepare, Hasan Ginca menguraikan, pelabelan diberikan kepada 5.000 rumah penerima bantuan sosial (bansos) yang tersebar di 22 kelurahan, baik dari pemerintah pusat (APBN), maupun bansos dari pemerintah Provinsi Sulsel dan pemerintah daerah (APBD).
“Pelabelan rumah warga kita lakukan bersama Tim Terpadu secara bertahap dan masih berjalan tiap hari untuk menyasar sekitar 5000 rumah prasejahtera penerima bansos atau KPM,” bebernya.
- Percepatan Tanam Lahan CSR, Kementan Dorong Peningkatan Produksi Pangan Nasional
- Ruas Jalan Makassar-Takalar dan Gowa Capai 26 Persen, Gubernur Sulsel: Progresnya Terus Berjalan
- Anggota DPRD Makassar Irwan Hasan Dorong Warga Aktif Laporkan Kendala Layanan di Kecamatan Mariso
- Proyek MYP Sulsel Dikebut, Lima Paket Jalan Tunjukkan Progres Signifikan
- Baim dan Artika Ikut Ramaikan Peluncuran Taro Waterpark, Destinasi Petualangan Keluarga di Makassar
Ia menyebutkan ada dua jenis pelabelan yang diterapkan, yakni jika rumahnya rumah batu maka itu akan disemprot sebagai tanda, dan rumah kayu akan dipasangi stiker,”urai Hasan Ginca, Kamis 18 Juni 2020.
Tim terpadu juga, telah melakukan pelabelan di Kelurahan Lemoe yang pelabelannya dilakukan pemasangan sticker, karena rumah warga didominasi rumah panggung atau rumah kayu.
“Prlabelan ini juga kita maksudkan agar masyarakat secara umum dapat mengetahui siapa-siapa saja penerima bansos,” tuturnya.
“Dan tentu akan memudahkan kami dalam penyaluran bantuan pada tahap berikutnya sehingga penyalurannya tepat sasaran,” sambungnya.
Sementara itu, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe kerap mengaungkan agar bantuan yang disalurkan kepada masyarakat tak tumpang tindih dan tepat sasaran.
“Saya tidak ingin ada yang monopoli bantuan, misalnya sudah terima bantuan dari pusat, terima juga bantuan provinsi dan daerah. Kita berharap bantuan bisa merata kepada masyarakat prasejahtera, sehingga pelabelan kita lakukan,” tandas Taufan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
