Terkini.id – Mayat seorang pria, Budi Hartanto (28) ditemukan di dalam koper hitam. Saat ditemukan, jasad Budi dalam posisi meringkuk di dalam koper dan tanpa kepala.
Mayat Budi Hartanto ditemukan di semak-semak dekat sungai bawah jembatan jalur nasional Blitar-Kediri. Korban merupakan warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kediri.
Penemuan mayat pria yang berprofesi sebagai guru honorer ini masih menyimpan banyak misteri. Publik masih bertanya-tanya terkait siapa pelaku yang tega membunuh dan memutilasi Budi.
Selain itu, motif pembunuhan sadis tersebut juga masih belum terungkap. Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima fakta tentang kasus kematian Budi yang membuat heboh warga Blitar.
1. Bekerja sebagai guru honorer dan pengusaha

Budi Hartanto bekerja sebagai guru honorer di SDN Banjarmlati 3, Kelurahan Banjarmlati Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Ia juga dikenal sebagai instruktur tari alias guru tari.
- Fakta Baru, Budi Hartanto Sempat Berhubungan Badan dengan Pelaku Sebelum Dibunuh
- Sadis, Kepala Budi Hartanto Dipenggal Secara Bergantian Oleh Dua Pelaku
- Lewat Mimpi, Almarhum Guru Honorer Budi Hartanto Minta Kepalanya Ditemukan
- Kisah-kisah Mistik Setelah Guru Tari Budi Hartanto Tewas Dimutilasi
- Polisi Ungkap Alasan Pelaku Memutilasi Kepala Guru Honorer Budi Hartanto
Selain sebagai guru, Budi juga diketahui punya usaha warung kopi di kawasan GOR Jayabaya, Kota Kediri. Ia juga diketahui memiliki usaha lainnya, yakni jual beli ponsel dan pulsa.
2. Berperilaku ‘gemulai’

Beredar isu motif pembunuhan Budi Hartanto terkait hubungan asmara sesama jenis (LGBT). Tapi kabar tersebut belum bisa dibenarkan oleh pihak kepolisian.
Namun polisi memastikan, kawan-kawan dekat mendiang Budi Hartanto yang dipanggil polisi sebagai saksi semuanya laki-laki. Dan semua yang bersaksi di depan polisi berperilaku ‘gemulai.’
Meski demikian, polisi tak mau gegabah menyimpulkan kaitan perilaku para saksi dengan dugaan motif asmara LGBT di balik pembunuhan jenazah Budi Hartanto.
“Info yang berkembang (di luar) memang seperti itu, kebetulan rekan-rekan korban kebanyakan seperti itu (gemulai). Namun kami tetap sesuai fakta. Karena hasil otopsi dari forensik juga belum keluar,” kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, dikutip dari Tribunnews, Kamis 4 April 2019.
Perilaku korban yang layaknya perempuan juga dibenarkan oleh kerabat korban, Surahmat.
“Budi (korban) mbanceni (gemulai), tapi orangnya baik, ramah dengan warga, supel bergaul dan baik dengan orang tua,” kata Surahmat kepada wartawan saat berada di kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar.
3. Punya sanggar Sexy Dancer

Dilansir dari Tribunnews, Jumat 5 April 2019, Budi Hartanto mengelola sanggar tari modern yang diberi nama CK Dance Home di kawasan Ruko GOR Jayabaya, Kota Kediri.
Salah satu jasa sanggar CK Dance Home menyiapkan penari Sexy Dancer, Kontemporer Dance, Tradisional Dance, Kabaret Dance dan Moderen Dance female dan male.
Di sanggar ini korban biasa memberikan les kepada anak asuhnya yang rata-rata para pelajar SD, SMP dan SMA serta kelompok komunitas.
4. Jasad Budi ditemukan tanpa kepala

Saat ditemukan, jasad Budi dalam posisi meringkuk di dalam koper dan tanpa kepala. Yang lebih ironis, di pergelangan tangan korban ditemukan beberapa luka bekas bacokan.
Kasubdit III Jatanras Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela mengungkapkan, di sekitar tubuh jenazah terdapat luka bacokan yang disimpulkan akibat korban menangkis bacokan pelaku pembunuhan.
Polisi menduga, pelaku yang membunuh Budi melampiaskan kemarahan atau dendam. Dugaan tersebut diperkuat dengan kepala korban yang dimutilasi.
Hingga saat ini, polisi belum menemukan bagian kepala jenazah Budi, karena dalam koper tersebut yang ada cuma bagian tubuh korban.
5. Polisi masih mencari pelaku dan kepala korban

Dilansir dari Kumparan, Kabid Humas Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan institusinya hingga saat ini masih mencari keberadaan kepala Budi. Barung berjanji dalam waktu dekat akan menemukan kepala korban.
“Masalah bagian tubuh lain, belum ketemu. Memang kita harus akui bahwa bagian tubuh lain belum ketemu, tetapi identitas sudah ada,” ujar Barung.
“Dan itu juga memudahkan dan memiliki nilai tertentu dalam pengungkapan kasus ini,” sambungnya.
Selain mencari kepala Budi, Barung juga mengatakan institusinya akan segera mengejar dan menangkap pelaku.
Saat ini, kata Barung, sudah ada 13 saksi yang diperiksa. Dari 13 saksi itu, satu diantaranya adalah orang yang terakhir kali berkomunikasi dengan Budi.
Barung juga menyebutkan ada dugaan pembunuhan tersebut tidak dilakukan sendiri, namun secara berkelompok.
“Ada indikasi juga pelaku pembunuhan dilakukan secara berkelompok,” terangnya.
Dugaan itu, lanjut Barung, diperkuat karena lokasi ditemukannya mayat korban berada di pinggir sungai bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
