7 Fakta Tewasnya Taruna ATKP Makassar: Dianiaya Senior, Banyak yang Janggal

Aldama Putra
Taruna ATKP Makassar, Aldama Putra Pongkala (19) semasa hidup.(ist)

Terkini.id, Makassar – Tewasnya seorang taruna angkatan pertama Akademi Tehnik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar, Aldama Putra Pongkala (19) menjadi perhatian banyak pihak.

Aldama yang merupakan warga Kompleks TNI AU Lanud Sultan Hasanuddin Maros itu, diduga dikeroyok oleh seniornya di dalam kampus hingga tewas.

Polrestabes Makassar, kemarin telah menetapkan satu orang tersangka atas kasus penganiayaan di dalam kampus tersebut.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo, mengungkapkan telah menetapkan satu orang tersangka, yakni Muhammad Rusdi alias Rusdi (21) yang merupakan senior Aldama di kampusnya.

1. Gara-gara Masalah Sepele

Tersangka penganiaya Aldama.(ist)

Kombes Pol Dwi Ariwibowo mengungkapkan, Aldama dianiaya oleh seniornya dengan alasan melakukan pelanggaran disiplin.

Menurut alasan seniornya, Aldama masuk kampus tanpa memakai helm pada Minggu malam lalu.

“Korban masuk ke dalam kampus dengan mengendarai motor dan tidak menggunakan helm usai izin bermalam di luar dan waktu itu dilihat senior-seniornya,” kata Dwi Ariwibowo kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Selasa 5 Februari 2019.

2. Dipukul Senior

Dengan alasan pelanggaran itu, Aldama pun dipanggil oleh seniornya untuk menghadap.

Ironisnya, di depan senior Aldama disuruh membungkuk hingga kepalanya menyentuh lantai sebagai tumpuan.

Kemudian, senior melakukan pemukulan pada dada korban bertubi-tubi hingga pingsan.

3. Nafas Buatan dan Minyak Kayu Putih

Saat pingsan tersebut, seniornya sempat panik dan melakukan pertolongan pertama.

“Memberikan nafas buatan dan minyak katu putih,” katanya.

Aldama sempat dibawa ke Poliklinik hingga Rumah Sakit Sayang Rakyat.

4. Keluarga: Aldama Pakai Helm

Sementara itu, mengetahui alasan pihak senior tentang pemukulan Aldama karena tidak pakai helm saat pulang dari Izin Bermalam Luar (IBL), keluarganya meradang.

Paman korban, Samna, menuding senior Aldama bohong dan fitnah.

Menurut pengakuan tersangka, Aldama dipukul karena melanggar kedisiplinan berupa tidak pakai helm saat masuk kampus.

“Yang antar bapaknya sendiri dan saat itu dari rumah lengkap dengan helm karena jarak dari rumah ke kampus sangat jauh,” katanya.

5. Satu Orang Tersangka

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo, mengungkapkan telah menetapkan satu orang tersangka, yakni Muhammad Rusdi alias Rusdi (21) yang merupakan senior Aldama di kampusnya.

Muhammad Rusdi ditetapkan berdasarkan laporan polisi LP /91/II/2019/Restabes Makassar/ Sek Biringkanaya, pada 4 Februari 2019 setelah melakukan penyelidikan.

Rusdi dijerat polisi dengan pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHPidana ancaman hukuman 7 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

6. Polisi Cari Tersangka Lain

Polisi sudah memeriksa 20 orang saksi dan sejumlah rekaman CCTV dalam kampus ATKP, kemudian mengamankan tersangka, Muhammad Rusdi (21).

Menurut Kapolrestabes, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah tersangka bakal bertambah.

7. Alasan Kampus: Jatuh dari Kamar Mandi

Luka di tubuh Aldama.(ist)

Awalnya, pihak kampus ATKP menyatakan bahwa korban Aldama meninggal karena terjatuh di kamar mandi pada Minggu 3 Februari 2019.

Orang tua korban, Pelda Daniel, mengungkapkan, saat Minggu malam tersebut, dia ditelepon oleh pihak kampus untuk ke Rumah Sakit Sayang Rakyat.

Daniel pun bergegas. Namun, sesampai di RS, dia hanya bisa melihat jenazah putranya.

Daniel tentu saja tidak percaya alasan ATKP yang menyebut anaknya jatuh dari kamar mandi.

Itu lantaran banyaknya luka yang dia temukan di sekujur tubuh putranya.

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini