Minta Difoto Tapi Hasilnya Jelek, Pemuda Ini Tebas Leher Pemotretnya

penganiayaan
Ilustrasi penganiayaan

Terkini.id, Bandung – Sekelompok pemuda di Kota Bandung belum lama ini melakukan penganiayaan terhadap seorang pria bernama Hanes Firman (30).

Para pemuda tersebut menebas leher Hanes hingga korban menderita luka berat, bahkan sampai harus kehilangan jempol tangannya.

Insiden berdarah itu terjadi di sebuah warung makan Jalan Kawaluyaan, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung pada Senin 29 Januari 2019 lalu.

Dilansir dari laman manaberita, peristiwa bermula saat korban bersama rekannya tengah menyantap makanan di sebuah warung. Tiba-tiba, sekelompok pemuda bermotor datang.

Para pemuda itu langsung meminta tolong kepada Hanes untuk memotret mereka menggunakan ponsel salah satu dari kelompok pemuda itu. Namun bukannya berterima kasih, para pemuda malah mengamuk.

“Awalnya minta difotoin, tapi karena enggak puas justru terjadi cekcok,” tutur saksi mata, Hendro.

Percekcokan sempat terhenti. Para pemuda berjumlah empat orang itu kemudian pergi dari lokasi tersebut. Namun mereka datang lagi. Jumlahnya bertambah menjadi tujuh orang.

“Kemudian saat datang tiba-tiba pelaku membacok korban. Bahkan ada yang memukul menggunakan balok,” katanya.

Menurut Hendro para pelaku dalam pengaruh minuman beralkohol.

Pelaku telah diamankan Polrestabes Bandung

Akibat pengeroyokan itu, Hanes yang merupakan karyawan salah satu perusahaan leasing mengalami luka berat. Ia terpaksa dilarikan ke rumah sakit Hasan Sadikin dan mendapat perawatan intensif hingga saat ini.

“Korban mengalami luka memar di kepala, lalu di dada, punggung, luka bacok di leher sampai jempol jari tangannya putus,” tuturnya.

Polisi yang menerima laporan langsung datang ke lokasi. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyidikan mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga pemeriksaan saksi-saksi.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa dua unit sepeda motor, balok kayu, dan golok.

Para pelaku kini mendekam di rutan Polrestabes Bandung dengan ancaman Pasal 170 KUH Pidana tentang penganiayaan dengan hukuman 9 tahun penjara.

Sementara salah seorang pelaku, Deni mengaku aksinya dilakukan secara spontan. Pria bertato di kedua lengannya ini mengaku kecewa dengan hasil foto yang dilakukan korban kepada para pelaku.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Makassar

Dinas PU Makassar Usul Lomba Sanitasi Award

Terkini.id, Makassar - Pemerintah Kota Makassar tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwali) ihwal Pemberian Penghargaan kepada Masyarakat Kota Makassar tahun anggaran 2019.Hal itu disampaikan