Terkini.id, Jakarta – Pasca hilangnya 111 ton besi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena dicuri. Kini kasus tersebut mulai mendapat titik terang.
Kanit Reskrim Polsek Makasar, Iptu Mochamad Zen, Selasa 23 November mengatakan, tersangka berinisial SU (24) disinyalir menjadi otak di balik besi milik KCIC yang dicuri di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
“Tersangka SU (24) dalang dari aksi pencurian besi. SU ini mantan cleaning service dan dia tahu cara mengakses ke dalam,” ujar Zen, melansir Sindonews.com, Kamis 25 November 2021.
Karena pernah bekerja di lokasi proyek garapan PT KCIC tersebut, peran SU dalam pencurian besi sebagai pemandu rekan-rekannya karena memahami kondisi dan situasi di sana.
Tak tanggung-tanggung, SU dan komplotannya berhasil mencuri ratusan ton besi dengan membobol area proyek yang berlajalan kurun waktu bulan Juli hingga Oktober 2021.
“Dia mengkoordinasikan dengan pelaku lain. Yang jelas dia tahu akses lokasi, barang disimpan di mana. Dia tahu posisi barang (besi) otomatis dia bantu angkat juga,” kata Zen.
Adapun besi yang mereka curi tersebut dijual ke penadah dan hasilnya dinikmati para pelaku yang berjumlah 11 orang termasuk SU sendiri
“Belum tahu dapat berapa, mungkin pembagian rata. Tergantung hasilnya yang didapat,” ucapnya.
Sebelum SU, pihak kepolisian telah mengamankan beberapa tersangka diantaranya SA (25), AR (30), MLR (24), dan DY (46).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
