Kementerian Pertanian melalui Badan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) telah melaksanakan pendidikan vokasi di 6 Politeknik Pembangunan Pertanian dan 1 Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia serta 3 Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan. Ditengah pendemi Covid 19 ini sektor pertanian menjadi ujung tombak dalam ketahanan pangan, untuk itu diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas yang mampu terus menggerakkan dan mengembangkan pembangunan pertanian.
Dalam menciptakan dan melahirkan Regenerasi Petani Milenial dan memasuki masa perkuliahan tahun akademik baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa secara virtual telah melaksanakan Masa Bimbingan Dasar Mahasiswa (MABIDAMA) bagi calon mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Tahun Akademik 2020/2021.
Melalui Agriculture Operational Room (AOR), Sebanyak 261 calon mahasiswa baru Polbangtan Gowa dikukuhkan secara virtual oleh Ketua Senat Polbangtan Gowa. Terdiri dari Jurusan Pertanian 135 orang untuk 2 (dua) program studi, dan Jurusan Peternakan 126 orang juga dari 2 (dua) program studi. Pengukuhan ini merupakan akhir Mabidama bagi camaba Polbangtan Gowa yang telah mengikuti kegiatan selama 3 hari. Aminuddin dalam laporannya sebagai ketua panitia PMB 2020. Rabu, (07/10).
Dr. Ir. Syaifuddin, MP dalam arahannya pada saat pengukuhan memberikan selamat kepada seluruh calon mahasiswa, karena telah menjadi pilihan dari ribuan pendaftar. “Sebagai mahasiswa, kalian wajib belajar, belajar dan belajar, itu kunci sukses di Polbangtan Gowa. Selain itu, Dr. Syaifuddin juga menitipkan pesan kepada seluruh mahasiswa yang telah dikukuhkan bahwa ada 7 Langkah kunci sukses jika mahasiswa ingin berhasil yakni ; Identifikasi tujuan dalam hidup, melakukan perencanaan untuk mendapatkan pengetahuan, analisis lingkungan tempat dimana kita tinggal, mengatur diri untuk mencapai tujuan, implementasikan yang telah direncanakan, mengendalikan diri dan evaluasi pencapaian diri,” tegasnya.
Saat ini, kata Syaifuddin, kita telah memasuki era yang dikenal dengan era revolusi industri 4.0 dimana pada era ini kita diwajibkan untuk melek akan teknologi. “Hal ini seiring dengan konsep teaching factory yang di terapkan dimana pola pembelajaran akan difokuskan pada praktik lapangan. Dengan hal tersebut saya berharap agar para mahasiswa dapat menghasilkan teknologi atau inovasi-innovasi terbaru bidang pertanian.
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
- PT Vale Tanam Pohon dan Gaungkan Hemat Energi di Hari Bumi 2026, Komitmen Hijau yang Kuat di Area Operasi Morowali
- Dorong Gaya Hidup Sehat, Komunitas Olahraga Beladiri MIM Camp Kini Hadir di Makassar
Disamping mengikuti semua aturan yang berlaku, mahasiswa baru juga selayaknya menanamkan nilai ekselen with moral, menghidupkan iklim akademik dan Proses pencapaian akademik yang maksimal. Berbicara sesuai fakta, ucapan yang dikeluarkan secara sistematis atau terarah merupakan ciri-ciri orang akademik,” diakhir sambutannya.
Sejalan dengan itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo, tentang pendidikan perlu dilakukan perbaikan-perbaikan ke arah yang lebih baik. Teori yang selama ini mendominasi pendidikan perlu diganti dengan praktek yang disinergikan dengan teori. Pendidikan vokasi mengajarkan keterampilan yang menyatukan intelektual sistem dengan manajemen praktis yang harus dilakukan. Tak hanya itu Pendidikan vokasi juga menanamkan karakter yang didapatkan dari pengalaman dan pendekatan perilaku.
SYL mengungkapkan, kini banyak petani milenial yang sukses menjadi pengusaha di berbagai sektor pertanian dan mengembangkan usahanya dari hulu hingga hilir. Ini bukti bahwa pertanian merupakan sektor usaha yang sangat menjanjikan untuk masa depan. Penggerak sektor pertanian adalah para pemuda milenial. Didukung teknologi modern. “Maka dunia dalam genggaman kalian. Saya makin percaya anak muda yang terjun di bidang pertanian punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik,” tutur SYL saat video conference bersama Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) se-Indonesia beberapa waktu lalu.
Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi menambahkan pendidikan vokasi dilakukan oleh Kementerian Pertanian untuk menghasilkan Qualifies Job Seeker dan Job Creator. Generasi muda atau yang saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Tak hanya itu Kementan juga meningkatkan sarana penunjang proses pembelajaran siswa/mahasiswa dan Kerjasama dengan DUDI maupun instansi pendidikan lain untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. “Semoga dengan segala upaya Kementan, dapat lahir generasi milenial yang dapat melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian,” ungkap Dedi. (MUZ).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
