Dukungan Pemerintah Provinsi
Dukungan terhadap penataan PKL juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar dalam melakukan penataan kawasan dan penertiban PKL.

Menurutnya, sebagai kota metropolitan, Makassar harus menjadi contoh dalam penataan kota dan penegakan ketertiban umum.
“Kota Makassar ini cerminan untuk semua. Saya terima kasih banyak, Pak Appi, sudah mulai melakukan penertiban,” ujarnya saat Musrenbang RKPD Kota Makassar Tahun 2027 di Hotel Claro beberapa waktu lalu.
Meski mendukung penertiban, ia juga menekankan pentingnya solusi relokasi dan pemberdayaan bagi pedagang yang terdampak.
- Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
- Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi Menjelang Idul Adha, Bupati Rakor Dengan Forkopimda Jeneponto
- Pelindo Multi Terminal Siap Dukung Hilirisasi dan Komoditas Baru di Indonesia Timur
- Bupati Sidrap Turun Tangan Tata Kawasan Monumen Ganggawa, Jadi Ruang Publik dan Pusat Ekonomi
- Wuling Eksion Resmi Meluncur di Makassar, SUV 7-Seater EV dan PHEV Pertama untuk Keluarga Modern
“Kalau nanti dikasih SP1, SP2, SP3 sebelum dibongkar, pedagang bisa pegang SP itu sebagai tanda mereka akan diberdayakan ke mana,” jelasnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah kota memanfaatkan lahan milik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota untuk dijadikan lokasi relokasi pedagang.
Penataan Kota untuk Kepentingan Publik
Pengamat menilai penataan PKL bukan hanya soal penertiban semata, tetapi bagian dari penataan ruang kota, menjaga fungsi trotoar untuk pejalan kaki, mengoptimalkan drainase untuk mencegah banjir, serta menciptakan kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman.
Keberhasilan kebijakan ini, menurut Ras MD, sangat ditentukan oleh konsistensi pemerintah setelah penertiban dilakukan.
“Penertiban tidak boleh berhenti pada pengosongan saja. Harus ada pembenahan cepat di lokasi agar tidak kembali ditempati PKL. Ini kunci keberlanjutan kebijakan,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
