9 Cara Membangun Brand Usaha Setelah Pandemi

Seminar online bersama pakar Silih Agung Wasesa

Terkini.id, Jakarta – Di tengah situasi pandemi yang belum stabil, berbagai macam kegiatan online yang bermanfaat terus bermunculan. Salah satunya event Seminar Online yang dilaksanakan oleh Indonesia belajar (IB).

Sebuah Aplikasi Mobile dari PT. Compro Kotak Inovasi yang dirancang sebagai sebuah media belajar bagi masyarakat modern dengan mobilitas tinggi, sekaligus sebagai jembatan penghubung antara kebutuhan belajar warga Indonesia dan para narasumber yang memiliki ilmu dan keterampilan terbaik.

Event ini dilaksanakan pada 19 Mei 2020 mulai pukul 10 hingga 10.45 pagi, dan menghadirkan narasumber yaitu Silih Agung Wasesa (Brand Revenue Consultant).

Event kali ini membahas tentang 9 Cara Membangun Brand Setelah Pandemi. Berikut 9 cara tersebut:

9 Jenis Usaha Pasca Pandemic

 

Baca juga:

1. Back to the future

Kebiasaan-kebiasaan lama orang-orang akan menjadi tumpuan bisnis kita di masa depan.

Orang akan butuh hal-hal lama yang simple dan basic. Itulah yang akan menjadi prospek bisnis pasca pandemi nantinya.

2. Digital Ecosystem

Ketergantungan orang terhadap digital menjadi sangat mutlak. Produk-produk harus dipasarkan lewat digital. Bahkan hal tersebut bisa menciptakan produk-produk versi digital.

Komentar

Rekomendasi

Cara Berbagi Kebahagiaan dengan LinkAja di Hari Raya Lebaran

Sambut Idul Fitri 1441 H, Telkomsel Area Pamasuka Siagakan 52.100 BTS

Telkomsel Sumbang Ventilator, 100.000 Alat Pelindung Diri dan Uang Rp 25 Milliar

Peringati Hari Pendidikan Nasional, LinkAja bersama ACT Bantu Biaya Pendidikan Siswa Kurang Mampu

Baru Tiga Hari Penerbangan Ditutup, Kini Menhub Bolehkan Pebisnis Naik Pesawat

Ini Program Menarik LinkAja Selama Bulan Ramadan di Kota Makassar

GoJek dan Grab Sepeda Motor Tidak Layani Angkutan Orang Selama PSBB

Telkomsel Perkuat Jaringan Jelang Ramadan, Layanan Broadband Diprediksi Naik 20 Persen

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar