Ada Perseteruan Antara Jokowi dan Andika Perkasa, Nicho: Aku Lebih Percaya Pak Andika yang Ksatria, Bukan Jokowi yang …

Ada Perseteruan Antara Jokowi dan Andika Perkasa, Nicho: Aku Lebih Percaya Pak Andika yang Ksatria, Bukan Jokowi yang …

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Nicho Silalahi ikut mengomentar terkait dugaan adanya ketegangan antara Presiden Joko Widodo dan Jenderal Andika Perkasa.

Nicho mengaku, adanya ketegangan tersebut telah ia prediksi sebelumnya. Sehingga, jika diminta untuk memilih di antara keduanya, ia lebih memilih Jenderal Andika.

“Kecurigaanku 5 hari lalu mulai menemukan jawabannya. Jika terjadi perseteruan diantara mereka maka aku lebih percaya pak Andika Sebab dia dibentuk dari proses panjang yang ditempah dengan jiwa kstaria,” ujar Nicho melalui akun Twitternya dikutip pada Senin 7 Maret 2022.

“Bukan seperti pak Jokowi yang dibentuk dari pencitraan media mainstream,” sambung Nicho.

Diketahui sebelumnya, dugaan adanya ketegangan antara Jokowi dan Andika Perkasa karena pernyataan Jokowi tidak selaras dengan Pengilma TNI tersebut.

Pada saat rapat pimpinan dengan TNI dan Polri, Jenderal Andika tidak turut hadir dan Jokowi mengatakan jika Panglima TNI tersebut sedang melakukan isolasi mandiri (isoman) karena terinfeksi Covid-19.

Namun, setelah pernyataan Jokowi tersebut, Jenderal Andika kemudian mengunggah video melalui kanal YouTube miliknya yang menunjukkan ia hadir dalam rapat pimpinan bersama Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Menurut Rocky Gerung, hal ini memperlihatkan adanya ketidak selarasan antara pihak istana dengan Jenderal Andika. Menurutnya, ada ketegangan antara istana dan lingkungan luar.

“Nah ini satu keadaan yang luput dari pantauan istana, bahwa setiap subyek politik bisa menghasilkan ulang dirinya melalui kanal-kanal tertentu,” ujar Rocky Gerung melalui akun YouTube miliknya dikutip dari Pikiranrakyat.com, Senin 7 Maret 2022.

Rocky menilai, melalui unggahan di YouTube, Andika Perkasa ingin menunjukkan kepada Jokowi jika Panglima TNI tersebut bisa menentukan dirinya sendiri terlepas dari status yang ia miliki.

“Jadi samar-samar, saya akan menggunakan istilah yang lebih halus, sebut saja ada ketegangan yang terkendali antara Istana Negara dan lingkungan luar yang memantau dengan baik bahwa istana mengalami kemerosotan moral, itu intinya,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.