Tuntut Jokowi Copot Yaqut dari Jabatannya, Perisai: Kemenag Adalah Lembaga Pemersatu Bangsa, Bukan Malah Sebaliknya

Terkini.id, Jakarta – Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai) menggelar demonstrasi di depan Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Kamis 28 Oktober 2021.

Dijelaskan bahwa aksi itu digelar untuk merespons pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang menyebut Kemenag merupakan hadiah untuk Nahdlatul Ulama (NU).

Massa aksi yang berjumlah delapan orang kompak mengenakan setelan baju hazmat berwarna putih dengan topeng Guy Fawkes yang dipopulerkan lewat film V for Vendetta.

Baca Juga: Wah! Ternyata Alasan Presiden Jokowi Pilih Nama Ibu Kota Baru...

Terlihat massa aksi juga membawa alat peraga berupa poster dengan wajah Yaqut dengan tulisan ‘Copot Menag’ dan ‘Bubarkan Kemenag’. Mereka juga membawa bendera dengan logo organisasi Perisai.

Lebih lanjut Ali, koordinator aksi menilai Yaqut telah menuai kontroversi dengan ucapannya tersebut. Ia khawatir ucapan tersebut justru memicu sebuah perpecahan di kalangan umat Islam dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Presiden Disebut Punya Hutang Besar Pada Ahok, Pengamat : Jokowi...

“Tidak layak seorang pejabat negara kemudian menjadi sumber perpecahan di negaranya sendiri. Maka itu kami mengecam keras pernyataan Yaqut Cholil Quomas yang memicu adanya perpecahan,” ungkapnya.

Ali menyatakan bahwa Kemenag merupakan lembaga negara yang dibentuk oleh pemerintah sebagai pemersatu bangsa. Bukan malah sebaliknya.

Oleh karena itu, Ali meminta agar Presiden Joko Widodo tak diam menyikapi polemik ini.

Baca Juga: Presiden Disebut Punya Hutang Besar Pada Ahok, Pengamat : Jokowi...

Dalam aksi tersebut, Perisai menuntut agar Jokowi mencopot Yaqut dari jabatannya sebagai Menag.

“Yaqut gagal sebagai seorang menteri,” kata dia, dilansir dari CNN Indonesia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa aksi tersebut berjalan kondusif dan digelar hanya sekitar 20 menit. Aparat kepolisian juga sudah disiagakan di Kementerian Agama untuk mengamankan aksi.

Belakangan dikabarkan bahwa Yaqut sudah mengklarifikasi ucapannya yang menjadi polemik tersebut. Ia menyatakan bahwa pernyataannya di forum internal keluarga besar NU itu untuk memotivasi para santri dan pesantren.

Lebih lanjut Yaqut juga menegaskan bahwa Kemenag milik semua agama dan bukan hanya untuk satu ormas saja.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi juga telah meminta polemik pernyataan Yaqut itu untuk disudahi. Menurutnya, klarifikasi Yaqut atas pernyataan tersebut seharusnya sudah bisa dipahami.

“Saya kira penjelasan itu bisa dipahami. Penjelasan sudah disampaikan, dan pro kontra semestinya disudahi,” kata Zainut, Selasa 26 Oktober 2021.

Bagikan