Masuk

Ade Armando Dikeroyok dan Hampir Ditelanjangi, Guru Besar UI: Tindak Tegas Jika Ingin Indonesia 100 Tahun!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Komentari kasus Ade Armandi dikeroyok dan hampir ditelanjangi, guru besar Universitas Indonesia ingatkan pihak aparat tindak tegas kasus tersebut.

Salah satu guru besar UI, Sulistyowati menyampaikan tanggapannya soal kasus Ade Armando dikeroyok dan hampir ditelanjangi, dirinya menyebutkan bahwa kasus tersebut harus ditindak tegas jika ingin Indonesia berumur 100 tahun dan selanjutnya.

Sulistyowati mewakili para guru besar UI mengecam bahkan mengutuk aksi penganiayaan Dosen Ilmu Komunikasi UI Ade Armando tersebut.

Baca Juga: Guru Besar UI: Ada Dua Keuntungan Baim Wong dari Merek Citayam Fashion Week, Baim Wong: Bukan untuk Kepentingan Pribadi

“Kami mengutuk keras tindakan itu, sangat-sangat mengutuk keras. Karena bukan seperti itu caranya,” ujar Sulistyowati saat hadir dalam konferensi pers melalui Zoom, pada Senin, 11 April 2022, dikutip dari Suara.com.

Kalau memang ada pihak yang tidak sependapat dengan Ade, maka menurutnya harus melalui jalur debat yang beretika. Kalau misalkan hal tersebut tidak dilakukan, ia menilai ada yang salah dalam kehidupan di Tanah Air.

“Orang mudah untuk menyampaikan ketidaksetujuannya. Mereka harus berdebat secara berakal sehat, secara berpengetahuan, secara beretika karena kalau tidak, artinya ada sesuatu yang salah di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negeri ini,” ujar Sulistyowati melanjutkan.

Baca Juga: Guru Besar UI Dukung Pemindahan Ibu Kota Negara, Ini Alasannya

Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta kepada aparat kepolisian untuk bisa bertindak tegas untuk menghindari budaya kekerasan di Indonesia.

“Jadi memohon juga para polisi, saya juga dosen di PTIK, semoga bertindak tegas karena tindakan semacam ini tidak boleh dibiarkan kalau mau Indonesia berumur 100 tahun dan selanjutnya,” ujar Sulistyowati melanjutkan.

Pegiat media sosial, Ade Armando menjadi korban pengeroyokan saat hadir di tengah demonstrasi dari berbagai kalangan di depan gedung DPR RI, pada Senin, 11 April 2022.