Soal FPI Reborn Dukung Anies Jadi Pilpres, Adib Miftahul Sebut Potensi Polarisasi Jalannya Pilpres 2019 Silam!

Soal FPI Reborn Dukung Anies Jadi Pilpres, Adib Miftahul Sebut Potensi Polarisasi Jalannya Pilpres 2019 Silam!

SW
R
St. Wahidayani
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Adib Miftahul seorang Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) belum lama ini menyebutkan bahwa Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta telah menjadi simbol oposisi bagi Pemerintahan Presiden Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Adib Miftahul munculnya kelompok masyarakat yang menamakan FPI Reborn yang medeklarasikan dukungan untuk Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.

Dengan status tersebut, kelompok oposisi yang berasal dari kalangan Islam kanan dan garis keras jelas merapatkan barisan mendukung Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu pada Pilpres 2024 mendatang. 

Jelas mereka ingin Anies menggantikan posisi Jokowi untuk menjadi Kepala Negara selanjutnya.

Menurut Adib Meskipun FPI Reborn ini sedikit berbeda dengan FPI yang diketuai Habib Rizieq Shihab (HRS), namun FPI Reborn dijamin memiliki garis haluan yang sama, selain sama-sama memberi dukungan kepada Anies, keduanya juga sama-sama memilih berseberangan dengan rezim penguasa hari ini.

Baca Juga

“Soal dukungan terhadap Anies, dari dulu selalu saya katakan bahwa Anies ini simbol oposisi, banyak golongan Islam kanan, garis keras, menurut saya ini kan lebih banyak ke Anies,” pungkasnya.

Lanjut “Makanya banyak narasi diksi pendukungnya itukan selalu berseberangan dengan pemerintah,” kata Adib. Dikutip dari Populis. Sabtu, 11 Juni 2022.

Adib menjelaskan, kecenderungan kelompok oposisi memilih Anies ini terjadi pasca Prabowo Subianto menerima tawaran Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Pertahanan.

Barisan sakit hati itu pun kata Adib akhirnya hengkang dan beralih memilih Anies sebagai sosok yang diharap-harapkan bisa memimpin Indonesia ke depan.

Namun demikian, dukungan yang semakin memuncak terhadap Anies Baswedan ini juga dinilai membawa dampak lain, Adib menyebut dukungan itu sangat berpotensi membentuk polarisasi kembali sebagaimana jalannya Pilpres 2019 silam.

“Figur Anies memang menarik, karena ini pasca Prabowo bergabung dengan koalisi, simbol oposisi itu kan lebih ke Anies. Makanya yang bisa membawa polarisasi saya katakan pasti nanti ketika dukungan-dukungan ke Anies ini,” tuturnya.

Kendari begitu, Adib melihat ini sebagai fenomena yang biasa-biasa saja dalam politik. Dukungan FPI Reborn kepada Anies juga disebut hanya sebagai salah satu cara untuk memetakan ceruk pemilih demi mempersiapkan Pilpres 2024 mendatang.

“Saya kira tidak berlebihan, dan manuver ini biasa-biasa saja karena ceruk-ceruk suara ini berusaha dipetakan oleh para elit politik, para elit yang ingin mendukung sosok-sosok potensial yang akan diusung menjadi capres dan cawapres begitu,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.