Terkini.id, Jakarta- Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beberapa waktu lalu menyoroti banyaknya kontrak yang dimiliki oleh BUMN yang dilansir justru menguntungkan pihak lain. Termasuk kontrak yang ada di Pertamina.
Oleh sebab itu, Ahok mengatakan bahwa saat ini tengah dilakukan perbaikan-perbaikan pada internal Pertamina yang berkaitan dengan kontrak tersebut.
“Banyak kontrak BUMN yang sangat merugikan BUMN juga, termasuk Pertamina. Jadi itu yang saya marah, ini lagi yang kita koreksi ini. Kenapa kontrak-kontraknya menguntungkan pihak lain,” ungkap Ahok dalam channel Youtube miliknya.
Dilansir pada CNBC Indonesia, pada Senin, 29 November 2021, Arya Sinulingga selaku Staf Khusus Menteri BUMN angkat bicara mengenai penyataan Ahok tersebut.
Arya Sinulingga mengatakan bahwa perkara kontrak tersebut sudah lama dibahas oleh Menteri BUMN, Erick Thohir. Dia menegaskan bahwa kontrak yang dijalankan oleh BUMN harus menguntungkan kedua belah pihak.
- Anggota DPR RI Pertanyakan Manajemen Pertamina Pasca Kebakaran Kilang Minyak Dumai
- Surya Paloh Dukung Anies Sebagai Capres 2024, Chusnul Chotimah: Pantas Dikatain Kadrun, Pemikiran Sempit!
- Surya Paloh Heran: Dukung Ahok Saya Dibilang 'Penista Agama', Dukung Anies Dibilang ini Baru Jadi 'Kadrun'
- Kabar Warga Bogor dan Jakarta Keluhkan Kelangkaan Pertalite, Netizen Singgung Ahok dan Erick Thohir
- Sebut Hanya Buang Waktu Jika Laporkan Pengacara Brigadir J: BTP Tidak Jadi Buat Laporan Polisi
“Beliau harusnya lihat juga bahwa omongan itu sudah diomongkan oleh pak Erick Thohir. Mulai dari jangan sampai proyek-proyek jadi bahan korupsi, bahwa BUMN perusahaan milik negara,” jelas Arya (dikutip dalam CNBC Indonesia).
Arya berpendapat bahwa “Makanya kita agak bingung nih. Mungkin pak Ahok tidak mengikuti yang ada di BUMN ya,”.
“Seperti kasus-kasus misalnya berapa banyak itu direksi yang telah kita laporkan. Direksi Asabri, Direksi Jiwasraya, dan di beberapa BUMN lain kita laporkan tuh semua. Bahkan bisa liat tuh dihukum seumur hidup itu, belum ada sejarahnya seperti itu,” ujarnya.
Staf Khusus Menteri BUMN tersebut berpendapat bahwa sebagai komisaris utama, Ahok haruslah memahami betul terkait perkembangan dan langkah-langkah hukum yang dilakukan BUMN.
Sebagai tambahan, Arya juga mengungkapkan bahwa saat ini telah dilakukan perbaikan dan transformasi yang dilakukan di BUMN.
Sehingga, sebagai komisaris utama di Pertamina, Ahok juga harus mengikuti perkembangan yang telah dilakukan hingga saat ini.
“Kalau niatnya memperbaiki BUMN, harusnya beliau ikuti semua perkembangan yang dilakukan Kementerian BUMN. Jangan ketinggalan kereta dan tidak mengetahui perkembangan yang dijalani BUMN,” tutur Arya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
