Rizal Ramli: Jokowi Tak Usah Dukung Ahok, Dia Itu Beban

Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli sempat meminta Presiden Jokowi agar tidak usah mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017 lalu.

Menurut Rizal Ramli ke Jokowi, Ahok jika menang Pilkada DKI 2017 lalu akan semakin jumawa dan kurang ajar.

Hal itu diungkapkan Rizal Ramli dalam video wawancaranya yang tayang di kanal YouTube Refly Harun, seperti dilihat pada Sabtu 25 September 2021.

Baca Juga: Polemik Hapus Konten, Rocky Gerung Minta Google Hapus Konten Jokowi...

Rizal pun mengungkapkan bahwa dirinya sampai menelpon Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan agar tak lagi mendukung Ahok.

“Waktu Pilkada (2017) saya ketemu dia, saya sudah bukan menteri. Saya bilang ‘mas udahlah nggak usah dukung Ahok, dia itu beban. Orang dah mau tenggelam, dia akan seret mas ke bawah’. Hari ini mas ngurusin Ahok kan, apalagi kalau dia dia kepilih, makin jumawa dia. Pasti nyeret ke bawah nih,” kata Rizal Ramli kepada Jokowi kala itu.

Baca Juga: Buntut Bandingkan Jokowi dan SBY, Demokrat ke PDIP: Jangan Sibuk...

Namun, menurut Rizal, respons Jokowi kala itu meyakini bahwa Ahok bakalan menang dari hasil berbagai survei.

Ia pun membeberkan kepada Jokowi bahwa survei tersebut adalah survei bayaran untuk menaikkan nama Ahok.

Adapun bukti soal Ahok akan jadi beban bagi bawahan Jokowi, kata Rizal, terkonfirmasi oleh curhatan Kapolri Tito Karnavian kala itu.

Baca Juga: Buntut Bandingkan Jokowi dan SBY, Demokrat ke PDIP: Jangan Sibuk...

Kapolri Tito, menurut Rizal, saat itu curhat kepadanya bahwa dia sudah lelah mengamankan Ahok terus.

“Sejak jadi Kapolri, ngurusi Ahok doang. Datengin Brimob lah, datangin pasukan ini itu. Kalau dia menang makin Mas Rizal, makin kurang ajar, jadi kerjaan Kapolri cuma ngurusi Ahok,” ujar Rizal Ramli menceritakan kembali curhatan Kapolri Tito ketika itu.

Mengutip Hops.id, Rizal Ramli tak hanya meminta Jokowi agar tidak mendukung Ahok namun ia juga melobi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Saya telepon Luhut, eh elu jangan bela-belain Ahok dah. Dia bakalan kalah. Jawab Luhut bilang oh dia bakal menang kok. Terus saya bilang makin menang dia makin kurang ajar itu. Luhut bilang, enggak lah kita injek kakinya kalau dia menang masih ngaco-ngaco. Bahasanya kan gitu,” ujarnya.

Bagikan