Terkini.id, Internasional – Peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina kini memang tengah menarik perhatian dunia.
Pertanyaannya, akankah serangan Rusia berhenti terhadap Ukraina?
Terkait hal tersebut, pengamat yang merupakan guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, yakni Hikmahanto Juwana, buka suara.
Menurutnya, dengan mundurnya Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, maka itu dapat menghentikan serangan Rusia.
“Serangan Rusia atas Ukraina akan berhenti saat Rusia berhasil menurunkan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy,” ungkapnya, dikutip terkini.id dari Antara via Voi pada Minggu, 27 Februari 2022.
“Tujuan awal Rusia menyerang Ukraina adalah dalam melaksanakan pakta pertahanan dengan dua republik yang berpisah dari Ukraina setelah dua republik diakui oleh Rusia pada tanggal 22 Februari lalu.”
Namun, saat ini, lanjutnya, Dusia telah menyerang Ibu Kota Ukraina, Kyiv, dengan tujuan utama Presiden Zalenskiy akan menyerahkan diri atau ditangkap.
Ia mengatakan modus ini mirip dengan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dalam upaya menurunkan Saddam Hussein sebagai Presiden Irak.
Sebagaimana diketahui, presiden adalah wujud nyata dari sebuah negara. Presiden pun menjadi pejabat tertinggi pembuat kebijakan di suatu negara, kata Hikmahanto.
Bagi Rusia, menurutnya, Pesiden Zelenskiy dianggap sangat tidak berpihak pada Rusia dan justru berpihak pada negara-negara Eropa Barat dan AS.
Selain itu, serangan Rusia juga dapat dihentikan oleh Presiden Vladimir Putin melalui negosiasi yang saat ini sedang diupayakan.
Besar kemungkinan tuntutan dari Rusia dalam negosiasi tersebut adalah mundurnya Presiden Zelenskiy dan digantikan dengan figur yang dapat terima oleh Rusia.
Namun, kata Hikmahanto lagi, perang dapat terus berlanjut dan bereskalasi besar bila NATO mengambil keputusan untuk melibatkan diri dan membantu Ukraina dalam menyerang balik Rusia.
Bila ini terjadi maka Perang Dunia 3 dapat dipastikan berada di ambang pintu, mengingat Putin dalam pernyataannya tidak sungkan-sungkan untuk menggunakan senjata nuklir yang dimiliki.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
