Terkini.id, Jakarta – Pemerintah Inggris bakal menghapus aturan wajib masker di tempat umum usai perkembangan kasus Covid-19 dinilai turun dan di sisi lain program vaksinasi terus berjalan.
Mengutip dari Sky News via suaradotcom, Senin 5 Juli 2021, laporan itu muncul ketika Perdana Menteri Boris Johnson dinilai sedang bersiap untuk melonggarkan pembatasan akhir bulan ini.
Sajid Javid, pengganti Matt Hancock sebagai menteri kesehatan Inggris juga lebih tertarik untuk membuka kembali perekonomian sepenuhnya.
Javid menulis di The Mail On Sunday bahwa Inggris harus menemukan cara untuk hidup dengan Covid-19, karena tidak dapat “dihilangkan”.
Meskipun kasus virus meningkat, jumlah kematian tetap relatif rendah pada populasi dengan tingkat vaksinasi tinggi.
- Meski Indonesia Memasuki Masa Endemi Covid-19, Masker Tetap Wajib Digunakan Bagi Warga dengan Kriteria Ini
- Boleh Lepas Masker, Ridwan Kamil: Alhamdulillah Ya Allah
- Heboh, Bupati Karanganyar: Covid, Anggap Saja Sudah Tidak Ada!
- Susi Pudjiastuti Disorot karena Tidak Pakai Masker dan Sabuk Pengaman Saat Berkendara, Berikut Penjelasan Said Didu
- Hope Worldwide Bantu Bagikan 20.000 Masker di Makassar
The Sunday Times melaporkan bahwa pemakaian masker tidak lagi wajib di semua tempat dan aturan satu meter lebih di tempat-tempat perhotelan seperti pub juga akan berakhir.
Pengunjung juga dilaporkan tidak harus memindai kode QR sebelum memasuki bar, restoran, atau tempat serupa juga setelah 19 Juli. Acara massal, termasuk festival, juga akan diizinkan.
Surat kabar itu mengutip sumber Downing Street yang mengatakan “yakin tidak akan ada risiko tekanan tambahan pada NHS” jika terjadi pelonggaran.
Ditanya tentang laporan itu, seorang juru bicara Downing Street mengatakan: “Tidak ada keputusan yang dibuat tetapi rincian lebih lanjut akan segera ditetapkan.”
Laporan tersebut muncul setelah Downing Street mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk menghapus persyaratan karantina bagi mereka yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.
Para menteri sudah mempertimbangkan untuk mengganti isolasi mandiri dengan pengujian harian, tergantung pada hasil sejumlah pilot yang saat ini dilakukan.
Asosiasi Medis Inggris telah memohon kepada pemerintah untuk menjaga beberapa tindakan di luar pembukaan kembali, termasuk penggunaan masker di berbagai area seperti toko dan transportasi umum.
Data terbaru menunjukkan bahwa, dalam 24 jam hingga 9 pagi pada hari Sabtu (3/7), ada 24.885 kasus Covid-19 baru yang dikonfirmasi Inggris, sementara 18 orang meninggal dalam 28 hari setelah dinyatakan positif
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
