Akibat Corona Omicron, Harga Minyak Turun Drastis Sebesar 10 Persen

Akibat Corona Omicron, Harga Minyak Turun Drastis Sebesar 10 Persen

R
Nur Faadhillah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Harga minyak turun sebesar US$10 per barel pada akhir perdagangan Jumat 26 November 2021 sore atau Sabtu 27 November 2021 pagi WIB akibat kekhawatiran akibat virus baru yang bernama Corona Omicron.

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk pengiriman Januari tergelincir US$9,50 atau 11,6 persen ke level US$72,72 per barel dikutip dari Antara Senin 29 November 2021.

Dengan penurunan itu, minyak Brent sudah turun lebih dari 8 persen selama sepekan kemarin. Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari anjlok US$10,24 atau 13,1 persen ke level US$68,15 per barel.

Dengan penurunan itu, harga minyak WTI turun lebih dari 10,4 persen dalam sepekan kemarin.

Penurunan tersebut merupaka  penurunan harga harian terbesar sejak April 2020. Kejadian ini dipicu oleh kekhawatiran pasar atas merebaknya varian baru yaitu virus corona omicron beberapa waktu belakangan ini.

Baca Juga

Selain itu, penurunan juga dipicu kekhawatiran pasar bahwa varian baru dari corona tersebut akan menekan kinerja pertumbuhan ekonomi global.

“Pasar mempertimbangkan situasi skenario terburuk di mana varian ini menyebabkan kehancuran permintaan besar-besaran sehingga menekan harga minyak,” ungkap direktur energi berjangka di Mizuho Bob Yawger kepada media.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan bahwa varian baru corona diberi nama Omicron varian of concern.

Sebagai akibat dari penetapan itu, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Guatemala, dan negara-negara Eropa memutuskan untuk membatasi perjalanan dari Afrika Selatan, tempat varian virus corona itu terdeteksi

Berita tentang varian baru virus corona tersebut menyebabkan keributan di pasar. Pasalnya, varian baru itu diperkirakan lebih tahan terhadap vaksin.

“Ketakutan terbesar adalah bahwa itu akan resisten terhadap vaksin dan menjadi kemunduran besar bagi negara-negara yang telah menuai manfaat dari program vaksinasi,” ungkap analis pasar senior di OANDA Craig Erlam dikutip dari CNN Indonesia.

Selain itu, OPEC+ yang juga membantu mengawasi perkembangan penyebaran varian virus Omicron tersebut mengungkapkan kekhawatiran bahwa varia baru itu dapat memperburuk prospek pasar minyak.

Referensi: CNN Indonesia

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.