WHO Nyatakan Varian Covid 19 Omicron Miliki Risiko Global yang Sangat Tinggi

Terkini.id, Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan seluruh negara untuk bersiap menghadapi varian baru dari Virus Corona yaitu Omicron. Oleh karena itu, diimbau untuk meningkatkan vaksinasi bagi kelompok rentan.

Sebelumnya, WHO telah merilis penjelasan teknis mengenai Omicron yang diklasifikasikan sebagai Variant of Concern (VoC).

Risiko global secara keseluruhan terkait dengan VoC Omicron ini dinilai sangat tinggi,” kata WHO dalam laporannya.

Baca Juga: Kasus Omicron Merambak di Sulsel, Warga Takalar dari Maluku Pasien...

WHO menyebut Omicron sebagai varian dengan jumlah mutasi yang tinggi. Bahkan beberapa mutasi diantaranya kemungkinan terkait dengan potensi menurunkan kekebalan serta transmisi penularan yang lebih tinggi.

Oleh sebab itu, WHO mendesak semua negara untuk meningkatkan pemantauan mereka terhadap semua varian Covid 19 termasuk Omicron. Juga meningkatkan vaksinasi secepat mungkin, terutama dalam cakupan kelompok prioritas tinggi dan rentan.

Baca Juga: Kasus Omicron di Jakarta Dekati Angka 1000, Kebijakan PTM Dipertanyakan

“Langkah-langkah seperti memakai masker dan menjaga jarak fisik tetap menjadi hal yang sangat penting dalam perang melawan pandemi,” jelasnya.

Meskipun saat ini masih ada ketidakpastian terkait sifat varian baru ini, namun masuk akal untuk mengasumsikan bahwa vaksin yang tersedia saat ini menawarkan perlindungan terhadap risiko penyakit parah dan kematian.

Omicron yang juga dikenal sebagai varian B.1.1.529 pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.Varian itu kemudian ditemukan di sejumlah negara seperti Hong Kong, Botswana, Australia, Inggris, Belgia dan Kanada.

Baca Juga: Kasus Omicron di Jakarta Dekati Angka 1000, Kebijakan PTM Dipertanyakan

Kemunculan varian baru ini membuat beberapa negara menutup perbatasan mereka untuk kedatangan Warga Negara Asing (WNA).

Dilansir dari Tribunnews pada Senin 29 November 2021 menjelaskan bahwa para ilmuwan mulai memberi tanggapannya terkait varian baru Omicron. Dr Tom Peacock, seorang ahli virologi di Imperial College London, memperingatkan bahwa varian itu bisa menjadi “perhatian nyata” karena terdapat 32 mutasi pada protein lonjakannya.

Namun, Profesor Francois Balloux, direktur Institut Genetika di University College London, mengatakan bahwa saat ini ‘tidak ada alasan untuk terlalu khawatir’.

Sementara itu, Prof Balloux mengatakan bahwa sulit untuk memprediksi seberapa menularnya varian ini sekarang.

“Untuk saat ini, varian itu harus dipantau dan dianalisis dengan cermat, tetapi tidak ada alasan untuk terlalu khawatir, kecuali jika frekuensinya mulai meningkat dalam waktu dekat,” katanya.

Bagikan