Akibat Kebrutalan Polisi, 4 Pengunjuk Rasa Dilarikan RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Akibat aksi brutal pihak Kepolisian resort (Polres) Jeneponto dalam membubarkan ratusan pengunjuk rasa terkait penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jeneponto Kabupaten Jeneponto, Senin, 12 Oktober 2020 kemarin berlangsung ricuh.

Polisi membubarkan ratusan pengunjuk rasa dengan cara brutal yang mengakibatkan beberapa mahasiswa terluka dan dilarikan ke RSUD Lanto Daeng Pasewang.

Bahkan seorang mahasiswi pingsan saat menghirup gas air mata yang lepaskan oleh polisi untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa.

Baca Juga: Hina Bupati di Medsos, H Diringkus Tim Pegasus Polres Jeneponto

Empat orang mahasiswa yang kini dirawat di RS Latopas yakni, Syahrul, Karmila Sari (22) mahasiswa STIE Yapti, Sarwan mahasiswa Yapnas dan Nabil mahasiswa Al Amanah.

Keempat pengunjuk rasa tersebut mengalami luka bakar di bagian tangan dan luka akibat pukulan pentungan kayu di bagian pelipis.

Baca Juga: Tak Ada Massa Demonstran, Seruan Jokowi End Game Isapan Jempol...

Korban luka demonstran, Sarwan terjatuh saat dipukul oleh polisi yang terjadi saat Polisi membubarkan paksa pengunjunjuk rasa di lokasi aksi.

“Saat saya dipukul, saya terjatuh pas di ban yang terbakar, namun beruntung saya cepat bangun dan lari,” kata Sarwan saat ditemui terkini.id  di RSUD Lanto Daeng Pasewang, jalan Ishak Iskandar, Senin, 12 Oktober 2020 malam.

Sementara itu, Karmila Sari sempat pingsan di lokasi aksi karena terkena gas air mata.

Baca Juga: Tak Ada Massa Demonstran, Seruan Jokowi End Game Isapan Jempol...

“Saya sempat menghirup gas air mata, sehingga sesak dan pingsan,” ungkap Karmila Sari.

Bagikan