Aktivis Mahasiswa Kecam Vonis Bebas Terdakwa Korupsi Proyek Jembatan Bosalia Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto – Sejumlah aktivis mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan negeri Jeneponto, jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis, 29 Juli 2021.

Aksi unjuk rasa itu digelar dalam rangka mengecam vonis bebas terhadap 5 orang tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia yang akan menghubungkan Kelurahan Sidenre dengan Kelurahan Monro-Monro dengan anggaran APBN tahun 2016.

Nurul Imam Rahman selaku Jenderal lapangan dalam orasinya mengecam pengadilan Tipikor Makassar yang menjatuhkan vonis bebas terhadap 5 orang terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jembatan Bosalia dengan kerugian negara 644 juta.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Jeneponto Teken Mou Sekolah Penggerak dengan...

“Penegakan supremasi hukum yang berkeadilan harus berdasarkan pada integritas serta komitmen seluruh aparat penegak hukum, namun berbanding terbalik dengan proses penanganan indikasi korupsi proyek jembatan Bosalia yang dikerjakan oleh PT Tri Karya Utama Cendana dengan anggaran 4 miliar yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2016,” tegas Nurul Imam.

Menurutnya, pembangunan jembatan Bosalia menimbulkan dugaan kerugian keuangan negara berkisar 644 juta, itu berdasarkan hasil audit BPK perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan, dan sesuai hasil investigasi dan informasi di lapangan pekerjaan proyek jembatan besar yang mangkrak sehingga sampai saat ini manfaatnya belum dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga: Buka Pelatihan Penguatan Kapasitas Pemerintah Desa-Kecamatan, Sekda Jeneponto Apresiasi Pamsimas...

“Kasus tersebut telah bergulir di aparat penegak hukum sekitar kurang lebih 5 tahun, melalui penyidik Polres Jeneponto yang berhasil menetapkan lima tersangka, sampai pada dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Makassar namun setelah dilakukan proses persidangan justru kelima terdakwa divonis bebas jadi siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian keuangan negara,” terangnya. 

Sementara, orator lainnya, Alim Bahri dengan tegas mengatakan vonis bebas bagi 5 tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Bosalia merupakan tamparan keras untuk Kejari Jeneponto.

“Kejari Jeneponto salahku jaksa penuntut umum tentu akan menjadi catatan buruk dan berpotensi merusak citra kejaksaan, untuk itu kami meminta Kejari Jeneponto bersungguh-sungguh dan profesional dalam langkah yang diambil yakni mengajukan Kasasi ke MA,” terang Alim Bahri.

Baca Juga: ‘Gantala’ Jadi Inovasi Terbaik, Top 30 di Kokpetisi Pelayanan Publik...

Dimana para pengunjuk rasa mengapresiasi dan mendukung pengajuan kasasi Kejari Jeneponto atas putusan hakim pengadilan Tipikor Makassar dan mendesak Mahkamah Agung untuk profesional dalam mengambil keputusan.

Bagikan