Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Karisa Belum dapat Kejelasan, Bupati Jeneponto Geram

Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Karisa Belum dapat Kejelasan, Bupati Jeneponto Geram

EP
Syarief
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkini.id, JenepontoBupati Jeneponto, Iksan Iskandar rapat terbatas (Ratas) dengan tim penanganan pemulihan pasar Karisa hangus dilalap sijago merah pada 24 september 2020 lalu.

Rapat terbatas yang dipimpin oleh Ketua tim Penanganan Pemulihan Pasar Karisa, Paris Yasir berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati Kantor Bupati Jeneponto jalan Lanto Daeng Pasewang Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto, Selasa, 29 September 2020.

Hadir, Kadis Perdagin, Asisten ekonomi, Kasatpol PP, Kadishub, Camat Binamu, Kabag Hukum, dan kabag pemerintahan serta Kabag Humas dan Protokol Setda Pemkab Jeneponto.

Rapat terbatas itu menyikapi hasil rapat pimpinan yang dilaksanakan kemarin, 28 september 2020 dimana disepakati untuk membentuk tim penanganan pemulihan pasar Karisa, dimana Wakil Bupati yang ditunjuk oleh Bupati untuk menjadi ketua tim.

Dalam rapat tersebut, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar perintahkan segera pergunakan fasilitas yang ada untuk merelokasi para pedagang.

Baca Juga

“Semua diatur secara baik dan kesampingkan ego masing-masing, pemerintah akan tetap hadir di setiap kebijakan untuk kemaslahatan bersama,” tegas Iksan Iskandar.

Sementara itu, Wakil Bupati Paris Yasir, mengatakan tim akan segera mengambil langkah strategis untuk melaksanakan perintah Bupati Jeneponto.

“Insya Allah tim akan mengambil langkah strategis dalam mempercepat realokasi para pedagang sehingga ada kepastian,” terang Paris Yasir.

Dari pantauan terkini.id, dalam rapat terbatas itu, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar sempat geram dengan lambatnya pergerakan pihak terkait dalam merealokasi para pedagang.

“Bupati geram jika tidak di tindakn lanjuti secepatnya, dan tim diberikan batas waktu sampai Kamis, 1 Oktober 2020 semua sudah bergerak karena para pedagang butuh kepastian,” jelas Mustaufiq.

Mustaufiq memastikan pasar darurat di tempatkan di terminal yang konon kabarnya merupakan aset Pemprov Sulsel.

“Pak Bupati sudah telpon Kadishub Pemprov Sulsel terkait peminjaman terminal dan sudah dapat persetujuan,” ujarnya.

Ditanya bagaimana dengan sejumlah pedagang yang sudah membangun lapak sementara diarea pasar tradisional Karisa Turatea, Mustaufiq mengatakan akan direlokasi ke dalam terminal.

“Jadi semua akan direalokasi ke dalam terminal, supaya teratur dan tidak menggangu nanti pengerjaan pasar Karisa,” tutup Mustaufiq.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.