Terkini.id, Jakarta – Ali Mochtar Ngabalin kembali menjadi perbincangan publik lantaran adu debatnya dengan mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara dan eks anggota Komisi III DPR RI, Panda Nababan yang berakhir ricuh.
Dalam acara Catatan Demokrasi TvOne, Ali Ngabalin selaku Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Indonesia menaikkan nada bicaranya ketika membela institusi Polri di depan Deolipa Yumara dan Panda Nababan.
Pada saat acara yang membahas tentang rekonstruksi pembunuhan Brigadir J ini, Ali Ngabalin menyatakan ketidaksetujuannya terhadap opini dari Panda Nababan.
Ali Ngabalin pada saat itu menyampaikan pembelaannya tentang institusi Polri dengan nada yang tinggi sehingga membuat Deolipa Yumara turut menanggapi amarah tersebut.
“Pak Ngabalin kebanyakan bicara ini, jadi ini kita masyarakat Indonesia pak, diwakili oleh Pak Panda, Pak Johnson, Pak Sampi ini kita ini rasional semua Pak enggak distorsi,” ujar Deolipa Yumara, dikutip terkini.id dari suara.com, Kamis 1 September 2022.
Namun disaat yang bersamaan Ali Ngabalin langsung memotong Deolipa Yumara dan kembali melontarkan caci makian dalam acara yang berlangsung pada Rabu 31 Agustus 2022 ini.
“Kamu tidak punya etika, tidak punya akhlak, kayak orang pintar kau, kau mengotori ruang publik, rakyat mana yang kau wakili,” kata Ali Ngabalin.
Karena reaksi yang ditunjukkan, suara Ali Ngabalin sempat diberhentikan. Tetapi Ali Ngabalin terus menerus menyampaikan perkataannya dengan nada yang tinggi dan penuh kekesalan.
Deolipa Yumara langsung menyebut Ali Ngabalin seperti layaknya orang kesurupan karena sikapnya dalam acara debat ini.
“Gitu aja bapak ngamuk-ngamuk, kita diskusi boleh panas boleh, tapi jangan ngamuk-ngamuk kayak kesurupan, saya kan juga enggak kesurupan, mana ada saya kesurupan,” tutur Deolipa Yumara.
Tidak berhenti sampai disitu, Ali Ngabalin berujar bahwa kepolisian tidak bisa dihakimi begitu saja.
Mendengar ucapan itu, Deolipa Yumara membalasnya dengan dirinya adalah warga negara yang memiliki hak untuk memberi kritikan kepada negaranya sendiri.
“Kita ini kan masyarakat sipil, kita boleh mengkritik negara kalau tidak baik-baik saja, kalau negara ini baik-baik saja saya juga diam pak mending pelihara burung sama ikan koi,” ucap Deolipa Yumara.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
