Almarhum Mayjen TNI (Purn) Zainal Basri Palaguna Akan Dimakamkan di Bone

Mayjen TNI (Purn) H Zainal Basri Palaguna

Terkini.id,Makassar – Jenazah Almahum mantan Gubernur Sulawesi Selatan periode 1993-2003 yang juga mantan Pangdam VI Wirabuana, Mayjen TNI (Purn) H Zainal Basri Palaguna akan dimakamkan Larumanga, Desa Lilirianttang’ Kecamatan Lapparaja Kabupaten Soppeng, Kamis 3 Oktober 2019 besok.

Hal tersebut disampaikan langsung keluarga Almarhum ke terkini.id, di rumah duka, Rabu, 2 Oktober 2019 malam.

“Puang akan dimakamkan di pekuburan kuarga di Dusun Larumanga, Desa Lilirianttang’ Kec Lapri Roaja Kabupaten Bone Sulawesi Selatan,” ujar Andi Hertasning Taropilu.

Ditanya soal apakah Almarhum akan dilakukan upacara militer, Hertasning menyampaikan akan dilakukan upacara serah terima ke malam ini, Rabu 2 Oktober 2019 di rumah duka Jalan Hertasning Raya Makassar.

“Upacara militer malam ini. Upacara serah terima Kodam Hasanuddin. Besok sekitar jam 10.00 WITA, Puang akan dibawa ke Bone,” tambahnya.

Dipilihnya Bone sebagai lokasi pemakaman Almarhum atas permintaan dirinya semasa hidupnya.

“Waktu Puang masih hidup, beliau minta untuk dimakamkan di pemakaman keluarga di Bone. Di sana ada puang Indo yaitu ibu Almarhum,” ujar menantu Almarhum Andi Dewi Mawang.

Almarhum Mayjen TNI ( Purn) H.Zainal Basri Palaguna meninggal pada hari ini Rabu 2 Oktober 2019 pukul 16.15 WITA di kediaman pribadinya jalan RayaJenderal Hertasning.

Diketahui bersama bahwa Almarhum Mayjen TNI (Purn) Zainal Basri Palaguna lahir di Soppeng, Sulawesi Selatan, 9 Maret 1939.

Zainal adalah Gubernur Sulawesi Selatan tahun 1993 hingga tahun 2003. Ia dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Selatan menggantikan Ahmad Amiruddin.

Karirnya di dunia militer antara lain Danrem 132/Tadulako (1986–1988), Danpusterad (1990–1991), dan Pangdam VII/Wirabuana (1991–1993).

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sulsel

Jumras Sampaikan Maaf kepada Gubernur Sulsel

Terkini.id -- Mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras, menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah melalui surat resmi yang diterima wartawan, Rabu