Dalam hari-hari ini saya banyak diundang memberikan ceramah sebagai bagian dari rangakaian peringatan Nuzulul Alquran.
Tentu ini menjadi konteks turunnya Alquran yang memang terjadi di bulan Ramadan.
“Di bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk itu dan sebagai “Al-Furqan” atau Pembeda (Al-Baqarah: 185).
Kali ini saya tidak membahas tentang Alquran dan kemukjizatannya. Tapi lebih kepada dua kata dari acara untuk menyambut atau memperingati turunnya Alquran. Kedua kata itu adalah “Peringatan & Nuzuul”.
Kedua kata ini menjadi terasa penting untuk dibahas karena kerap ada kesalah pahaman di kalangan sebagian Umat tentang kegiatan ini.
- Peserta Akui Ramadhan Leadership Camp Jadi Momentum Menguatkan Hafalan Alquran
- Gubernur Sulsel Dorong Guru Agama Profesional dan Ajarkan Anak Cintai Alquran
- Pj Ketua PKK Sulsel Serahkan Bantuan 100 Alquran untuk Pesantren Putri Ummul Mukminin Makassar
- Erna Rasyid Taufan Berbagi Alquran di Depan Masjid Terapung Bj Habibie Parepare
- Fokus Nyaleg, Muhammad Ferdhy Asdana Minta Doa Restu Penghafal Alquran
Selain memang belum atau tidak menyadari makna Alquran sebagai “obyek yang diturunkan” (tanziil) juga seringkali kegiatan ini dituduh sebagai sesuatu yang baru dalam agama atau bid’ah dan karenanya diharamkan.
Memaknai Kata Peringatan
“Peringatan” sesungguhnya adalah sesuatu yang tidak saja boleh. Bahkan dalam agama peringatan itu menjadi penting, bahkan sebuah perintah dalam Alquran. Seperti yang ditegaskan: “maka ingatkanlah karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman”.
Tentu konteks peringatan di sini adalah mengingatkan kembali manusia (orang-orang beriman) tentang sebuah kenikmatan yang Allah karuniakan kepada mereka berupa Alquran.
Sebuah Kitab yang menjadi lentera hidup dan petunjuk jalan yang jelas di tengah gulita kehidupan yang membingunkan.
Manusia memang adalah manusia. Artinya bahwa salah satu sisi kelemahan manusia adalah lupa. Karena itulah memang salah satu makna dari manusia sebagai “insaan” yang salah satunya berasal dari kata “nasiya-yansa-nasyaan”. Dari kata ini terjadi “ansaa-yunsii-insaan” (dijadikan lupa).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
