Oleh: Shamsi Ali Al-Kajangi
Rencana pilpres Amerika kali ini kembali mengejutkan, bahkan mencatat sejarah baru. Biden sebagai Capres dari Partai Demokrat incumbent secara resmi mengundurkan diri dari pencalonan presiden Amerika untuk periode kedua.
Hal ini terjadi setelah beberapa hari terakhir sebagian pembesar Partai Demokrat, baik di senate maupun kongress, bahkan beberapa Gubenur dan Walikota dari partai itu menginginkan Presiden Biden untuk tidak maju pencapresan untuk periode kedua.
Ada beberapa alasan kenapa sebagian petinggi partai menginginkan Biden untuk tidak maju. Selain karena memang poling-poling yang ada menunjukkan jika Trump berada di posisi yang kemungkinan terpilihnya jauh lebih besar.
Apalagi setelah debat capres pertama di mana performa Biden sangat mengecewakan kepada pendukungnya. Tapi yang lebih penting lagi adalah masalah umur dan kesehatan yang sangat rawan. Tanda-tanda dimensia Biden sangat jelas dalam beberapa kali kesempatan.
- Semifinal AAS Cup II 2026 Digelar Hari Ini, Alumni Unhas Berebut Tiket Final
- Haji Mabrur Tak Hanya Ritual, Tetapi Juga Kepedulian Sosial
- Semarak Pasar Murah di Lokasi TMMD, Warga Arungkeke Palantikang Bersyukur Kebutuhan Pangan Terjangkau
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
Presiden Biden mundur dari pencalonan sekaligus mengumumkan dukungannya (endorsement) kepada wakilnya Kamala Haris. Memang salah satu calon kuat untuk maju menggantikan Capres Biden adalah Kamala Haris.
Apalagi dalam posisinya sebagai Wakil Presiden dan Cawapres Biden untuk priode kedua. Walaupun belum ada keputusan resmi petinggi Demokrat memberikan dukungannya kepada Kamala Haris. Namun 79 persen pemilih Denokrat memilih Kamala untuk jadi Capres Partai ini.
Bahkan dalam masa kurang dari 24 jam Kamala berhasil menggalang dana lebih $81 juta. Karena diperkirakan pencalonan Kamala hanya menunggu formalitas melalui convensi Patai.
Karenanya dapat dlikatakan bahwa Kamala Haris akan maju menggantikan Joe Biden dalam pilpres mendatang melawan mantan Presiden Donald Trump.
Pertanyaannya, berapa besar peluang Kamala Haris untuk memenangkan pertarungan ini?
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
