Alumni Sipil 2005 Unhas Sampaikan Duka Mendalam Untuk Almarhum Ricko Mahulette, Penumpang Sriwijaya Air SJ182

Alumni Sipil 2005 Unhas Sampaikan Duka Mendalam Untuk Almarhum Ricko Mahulette, Penumpang Sriwijaya Air SJ182

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Kabar duka menghampiri keluarga besar Teknik Sipil Universitas Hasanuddin (Unhas) Angkatan 2005. 

Pasalnya, salah satu alumni dari angkatan mereka, Ricko Mahulette, menjadi korban pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 tujuan Pontianak yang jatuh di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Salah seorang teman angkatan almarhum, Darwin mengatakan, mewakili angkatan 2005 Teknik Sipil Unhas mengucapkan duka sedalam-dalamnya untuk keluarga Ricko Mahulette.

“Ricko orang yang baik. Semoga almarhum diberi tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Darwin, Minggu 10 Januari 2021.

Sementara kerabat Ricko lainnya, Faharuddin mengungkapkan sosok almarhum di mata teman seangkatannya 2005 Sipil Unhas.

Baca Juga

“Ricko saudara kami tidak pernah marah sama sekali. Beliau orang yang murah senyum. Setiap almarhum ngumpul bersama kami, suasana pasti ceria,” kata Faharuddin.

“Selamat jalan saudaraku Ricko. Kami 2005 Sipil Unhas sangat kehilangan. Tenang di surga kawan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, Ricko Mahulette menjadi salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Pulau Laki, Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021.

Almarhum masuk di Fakultas Teknik Sipil Unhas pada 2005 dan menyelesaikan studinya tahun 2010 sebagai salah satu lulusan terbaik.

Setelah menyelesaikan kuliah S1 nya, Ricko melanjutkan studi S2 nya Institut Teknologi Bandung (ITB).

Saat sementara menjalani S2, Ricko sudah bekerja di PT PLN. Terakhir, almarhum tercatat sebagai karyawan PLN Kalimantan Bagian Barat.

Sebelumnya, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJY182 tujuan Pontianak dikabarkan hilang kontak di sekitar Kepulauan Seribu, Sabtu, 9 Januari 2021.

Posisi terakhir pesawat Sriwijaya Air jenis B737-500 tersebut berada di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi telah memastikan bahwa pesawat Sriwijaya Air tersebut jatuh.

Hal itu disampaikan Menhub saat menjawab pertanyaan wartawan apakah pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang hilang kontak tersebut benar-benar jatuh atau tidak.

Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta.

Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan kontak pada ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.

Berdasarkan informasi yang diterima, pesawat Sriwijaya Air tersebut mengangkut total 56 penumpang terdiri dari 46 orang dewasa, 7 bocah dan tiga bayi.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 itu diterbangkan oleh Capt Afwan dan Kopilot Diego M. Sementara kabin kru di antaranya Dhika, Okky Bisma, Mia Tresetyani, dan Gita Lestari.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.