Terkini.id – Sejumlah negara mulai fokus lakukan vaksinasi Covid-19 untuk mengendalikan pandemi.
Vaksin dinilai jadi salah satu cara efektif untuk kendalikan penularan virus corona yang telah menginfeksi 86,8 juta orang di dunia, menurut data Worldometers per Rabu, 6 Januari 2021 pukul 08.35 WIB.
Dan update Covid-19 global menunjukkan bahwa saat ini Amerika Serikat telah melakukan distribusi vaksin sebanyak 17.020.575 dosis.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan, telah memberikan 4.836.469 dosis pertama vaksin Covid-19 hingga Selasa 5 Januari 2021 kemarin.
Adapun vaksin yang didistribusikan juga yang telah disuntikan ke masyarakat AS merupakan jenis Moderna dan Pfizer-BioNTech.
- Toyota Kuasai 36 Persen Pasar Otomotif Sulawesi hingga April 2026
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Pra Sejahtera di Bitung
- UMI Bersinar di Belmawa 2026, Prof Hambali Thalib: Mahasiswa Sedang Bersiap Jadi Pemimpin Bangsa
Mengutip suaracom dari Channel News Asia, disebutkan sebanyak 3.260.775 dosis vaksin didistribusikan ke fasilitas perawatan jangka panjang dan 429.066 orang di fasilitas tersebut mendapatkan dosis pertama mereka.
Total kasus di Amerika Serikat Sebagai negara dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, saat ini telah lebih dari 21,57 juta infeksi sejak wabah terjadi.
Angka kematian AS juga tertinggi dunia dengan jumlah 365.595 jiwa, beetambah 3.474 jiwa dalam 24 jam terakhir.
Sebanyak 12,86 juta orang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sehingga kasus aktif atau orang yang masih terinfeksi virus corona SARS Cov-2 itu di Amerika Serikat saat ini masih ada 8,35 juta orang.
Hal serupa dilakukan Uni Eropa. Organisasi itu sedang dalam pembicaraan dengan pengembang Pfizer-BioNTech mengenai pemesanan hingga 100 juta lebih dosis vaksin Covid-19.
Populasi negara anggota Uni Eropa yang jumlahnya mencapai 450 juta, total pemesanan vaksin sebenarnya 200 juta dosis Pfizer-BioNTech.
Tetapi lebih dulu membeli 100 juta dosis di bawah kontrak yang ditandatangani dengan kedua perusahaan pada November 2020 lalu.
Sumber organisasi itu menyebut, UE sedang berusaha untuk membeli 50 atau 100 juta dosis tambahan.
Sementara itu, Indonesia juga telah menjadwalkan vaksinasi tahap pertama akan dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2021 mendatang.
Presiden Joko Widodo dinyatakan akan menjadi yang pertama mendapatkan vaksin Covid-19 dari Sinovac, China.
Namun hingga kini, vaksin Sinovac belum mendapat izin Emergency Use of Authorization (EUA) dari Badan POM.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku di Indonesia.
“Jadi pemerintah terus berpegang pada prinsip dan prosedur kesehatan yang berlaku,” ujar Wiku dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta Selasa kemarin.
Menurut dia, vaksinasi akan dilakukan jika BPOM mengeluarkan izin EUA.
“Penyuntikan vaksin di Indonesia akan dijalankan ketika emergency use authorization vaksin tersebut dikeluarkan oleh Badan POM, dan semuanya berdasarkan data scientific,” kata dia.
Wiku mengatakan, vaksinasi terhadap Jokowi akan dilakukan setelah BPOM mengeluarkan izin EUA untuk vaksin Sinovac.
Ia berharap dengan adanya izin EUA dari BPOM, masyarakat secepatnya bisa divaksinasi. (suaracom).
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
