Terkini.id, Makassar – Pedestrian Tanjung Bunga dinilai proyek ugal-ugalan. Pasalnya secara konsep hal itu tak mendesak dan terkesan dipaksakan. Kendati begitu, Pemerintah Kota Makassar tetap ngotot akan melanjutkan pembangunan mega proyek tersebut.
“Kita akan lanjutkan, sementara ini proses hibah lahan berlanjut terus oleh teman teman,” kata Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin, Senin, 4 Januari 2021.
Rudy mengatakan akan melakukan percepatan pembangunan namun tetap merujuk pada regulasi.
“Kita ingin cepat, tapi bukan berarti kita harus menabrak semua regulasi. Cepat dengan catatan, semua administrasi yang mendukung regulasi itu harus dipercepat pula, itu prinsip percepatan yang harus kita pahami,” ungkapnya.
Rudy mengatakan masih banyak yang beranggapan proyek tersebut tidak begitu memberikan efek bagi pembangunan di Kota Makassar.
- Pemkot Makassar Matangkan IGS 2026, Targetkan Investasi Global dari 49 Negara
- Hasil Lab Ungkap Penyebab 28 Siswa Rumbia Jeneponto Sakit Usai Makan MBG
- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
- Amran Sulaiman, Menteri yang Mematahkan Mitos
- Wali Kota Makassar Tegaskan Seleksi Imam Kelurahan Harus Transparan dan Berbasis Kompetensi
Menurutnya, proyek itu akan menjadi daya tarik investasi dan pariwisata.
“Kalau itu terjadi yang rasakan kita juga, UMKM tumbuh dan kita harapkan masalah kesenjangan sosial bisa berkurang,” ujarnya
Menanggapi itu, Pemerhati Kebijakan Pemerintah Kota Makassar, Dirga Saputra menyayangkan kebijakan Rudy Jamaluddin melanjutkan pekerjaan pedestarian Jalan Tanjung Bunga di tengah pandemi Covid-19.
“Apanya yang masyarakat ingin nikmati pembangunan pedestarian itu sedangkan alas hak saja belum rampung,” ujarnya.
Menurut Dirga, masih banyak hal yang lebih penting dari proyek ugal-ugalan itu. Pertama adalah penanganan Covid-19 yang semakin banyak yang terpapar di Kota Makassar. Padahal, pandemi Covid-19 belum memperlihatkan tanda-tanda mereda.
Selain itu, kata dia, persoalan banjir yang seharusnya butuh perhatian serius dari pemerintah Kota Makassar tampak disepelekan.
“Serangkaian kebijakan telah dikeluarkan pemerintah kota menggenjot proyek tersebut, sementara peningkatan kasus Covid-19 dan banjir semakin nyata di depan mata,” ungkapnya.
Kendati Pemerintah Kota Makassar tak bisa bekerja sendiri, Dirga mengatakan memang dibutuhkan kesadaran dan kepedulian bersama untuk melewati Covid-19.
“Namun semua itu hanya akan sia-sia bila para aparatur dan pejabat kita tidak memberikan contoh yang baik ke masyarakat,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
