Amien Rais Nilai Rezim Jokowi Mendukung Islamofobia

Amien Rais Nilai Rezim Jokowi Mendukung Islamofobia

R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terikini.id, Jakarta – Amien Rais mengomentari terkait Islamofobia yang ia klaim semakin kencang dan diberi dukungan di Indonesia. Ia mengajak umat Islam untuk bersama-sama membendung Islamofobia dan juga agar para tokoh agama lebih memperhatikan masalah tersebut.

“Justru sudah lama saya menengarai bahwa kekuatan islamofobia di Indonesia ini memang diberi angin buritan yang kencang,” ujar Amien, dikutip video yang ditayangkan di kanal youtube Amien Rais pada Rabu, 10 Maret 2021.

Amien mengambil penilaian itu karena menurutnya, ia melihat banyak kontradiksi dalam cara penegak hukum menangani beberapa kasus yang berkaitan dengan umat Islam.

Ia memberikan contoh bahwa dulu ada seorang anggota DPR yang mengaku bangga menjadi anak PKI dan meminta agar anak-anak PKI diberi kesempatan untuk mendirikan Partai Komunis gaya baru.

“Tapi sebaliknya, saudara-saudara sekalian, yah. Setiap kali umat Islam itu bicara bertentangan atau oposisi dengan rezim, maka dikejar sampai ujung bumi. Kemudian kiat nggak usah menutup mata bahwa kriminalisasi terhadap ulama itu juga luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga

Lebih lanjut, Amien Rais mengklaim bahwa belum pernah ada pelaku perusakan masjid dan pelaku yang menyasar bahkan membunuh ulama yang dibawa ke pengadilan hukum.

“Alasannya mereka orang gila, tidak waras, dan sebagainya,” pungkasnya.

Amien juga memberikan contoh lain bahwa di bawah rezim Jokowi, ada beberapa hal yang dia nilai islamofobia.

“Kemudian juga dulu, periode pertama Pak Jokowi sebagai presiden itu ada usulan supaya suara adzan nggak boleh keras-keras. Kemudian ada orang mengatakan suara kidung itu lebih merdu dari suara adzan. Kemudian ada seorang mengatakan sekaranglah waktunya kita tinggal milih ‘dibunuh atau dibunuh, nah sebelum kita dibunuh oleh orang Islam yang kejam itu, sebaiknya kita membunuh lebih dahulu.’ Orang itu sekarang jadi Gubernur, bayangkan,” ujar Amien.

Amien mengklaim bahwa banyak contoh-contoh yang menunjukkan adanya kedekatan yang luar biasa antara Jokowi dan negara yang mendukung Islamofobia.

Ia menyoroti bahwa ketika Jokowi dilantik pada periode pertama, Jokowi tidak mengunjungi negara tetangga melainkan mengujungi Beijing, Cina.

“Ini tentu ada maknanya. Kan tiap tahun sampai 2017 itu selalu soan, yah, Pak Presiden kita itu soan ke Pak Xi Jinping,” ucap Amien.

Oleh karena itu, Amien menilai bahwa sudah saatnya untuk meningkatkan kewaspadaan dalam situasi yang menurutnya berbahaya saat ini.

Ia memandang bahwa Islamofobia tidak dapat dibiarkan untuk terus menyebar di media sosial dan media massa.

“Kemudian langkah dan gaya, apa segala macam dikerjakan oleh rezim itu memang sepertinya itu bernilaikan Islamofobia. Maka ini harus kita hentikan,” lanjutnya.

Amien lalu mengajak agar umat Islam mau bekerja, berkorban, dan berdoa untuk mengumpulkan kekuatan bersama-sama untuk membendung Islamofobia.

“Jadi dengan ayat ini, kita nggak usah terlalu khawatir, asal kita tetap bekerja tapi juga mau berkorban. Tetap berdoa kepada Allah yang Maha sempurna itu. Maka mudah-mudahan kita bisa meng-contain, membendung, kekuatan islamofobia itu secara bersama-sama,” katanya.

Amien juga berharap agar tokoh-tokoh Islam menyadari persoalan ini mengingat rezim memiliki kedekatan dengan Cina yang ia anggap memiliki nilai-nilai yang Islamofobia.

“Harapan saya selalu, ya supaya tokoh-tokoh Islam dari kalangan manapun menyadari masalah ini, ya. Karena memang yang dicontoh oleh rezim kita ini nampaknya itu memang sangat dekat hubungan spiritual, hubungan politik, hubungan ideologis mungkin, saya bisa keliru, dengan RRC,” jelasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.