Terkini.id, Mamuju – Upaya evakuasi korban pasca-gempa bumi di Sulawesi Barat terus dilakukan tim Basarnas.
Hingga pukul 15.00 WITA, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sudah 42 orang meninggal dunia akibat gempa di Sulbar.
Rinciannya, sebanyak 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane akibat gempa dengan magnitudo 6,2 yang terjadi di Sulawesi Barat pada pukul 01.28 WIB dini hari.
Sebanyak 15 ribu warga Kabupaten Majene telah mengungsi ke tempat yang aman.
“Terdapat 10 titik lokasi pengungsian di Kabupaten Majene, antara lain di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, Desa Limbua yang terdapat di Kecamatan Ulumanda, Kecamatan Malunda serta Kecamatan Sendana,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati lewat keterangannya, Jumat 15 Januari 2021.
- Sensasi Bersantap di Ketinggian, Dome Baru Hyatt Place Makassar Tawarkan Pengalaman Premium
- Bursa Ketua Golkar Sulsel Mengerucut, Dua Nama Kantongi Restu DPP
- Sinergi TNI dan Masyarakat Percepat Akses Vital Penghubung Desa di Jeneponto
- Bank Indonesia Gelar Kembali South Sulawesi Investment Challenge di 2026, untuk Penguatan Investasi Berkelanjutan
- Kalla Beton Suplai Precast U-Ditch untuk Paket Pembangunan Embung di IKN
Sementara itu, dari sejumlah korban yang ditemukan, BNPB mengidentifikasi sedikitnya 29 korban jiwa. Berikut capture catatan korban jiwa bencana banjir Sulbar yang diterima terkini.id dari BNPB:


Titik Pengungsian
BNPB juga menyampaikan titik pengungsian di Sulbar. Titik pengungsian terletak di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro. Hingga kini, lanjut Raditya, jaringan listrik masih padam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
