Masuk

Soal Sikap Jenderal Dudung Kepada Effendi Simbolon, Analis Militer Sebut Jokowi Harus Bertindak Tegas

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Connie Rahakundini selaku Analis Militer dan Pertahanan menyebutkan bahwa Presiden Jokowi harus segera turun tangan mengatasi sikap Jenderal Dudung Abdurachman kepada politikus PDIP, Effendi Simbolon.

Connie Rahakundini menilai apa yang dilakukan Jenderal Dudung Abdurachman dengan memerintahkan prajuritnya untuk melakukan aksi protes kepada Effendi Simbolon termasuk perbuatan yang telah melewati batas kewenangannya.

Dalam saluran YouTube Akbar Faizal Uncensored, Connie Rahakundini meminta Presiden Jokowi harus segera menyikapi perbuatan Jenderal Dudung Abdurachman tersebut.

Baca Juga: Asrama Mahasiswa Nusantara Mulai Dibangun di Makassar

“Menurut saya sebagai panglima tertinggi presiden harus menindak tegas pak Dudung sebagai kepala staf,” ujar Connie Rahakundini, dikutip terkini.id dari suara.com, Rabu 21 September 2022.

Selanjutnya, Connie Rahakundini menjelaskan mengenai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1954 tentang Pertahanan Negara RI.

Peraturan perundang-undangan itu mengatur tentang presiden harus mempertahankan terhadap pelanggaran dan ancaman yang berasal dari mana saja.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

Jika dikaitkan dengan perbuatan Jenderal Dudung Abdurachman maka sudah termasuk dalam pelanggaran internal.

Berdasarkan Pasal 16 UU TNI tugas Jenderal Dudung Abdurachman adalah memimpin angkatan dalam pembinaan kekuatan dan kesiapan operasional angkatan, membantu panglima dalam menyusun kebijakan tentang pengembangan postur, doktrin dan strategi serta operasi militer dengan matra masing-masing, membantu panglima dalam penggunaan komponen pertahanan negara sesuai dengan kebutuhan angkatan serta melaksanakan tugas lain sesuai dengan matra masing-masing yang diberikan oleh panglima.

“Karena menurut saya sudah melampaui kewenangannya dia tidak boleh menggunakan, ini yang saya bilang tadi penggunaan itu enggak selalu harus alutsista apalagi di era sekarang, penggunaan untuk membuat gerakan seperti ini kan penggunaan media sosial, which is bisa lebih parah dari alutsista,” tutur Connie Rahakundini.

Sebagai informasi, Jenderal Dudung Abdurachman memerintahkan anak buahnya untuk membuat video protes kepada Effendi Simbolon yang saat ini telah tersebar di media sosial.

Baca Juga: Harapan Jokowi dalam Acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon menyebut TNI adalah gerombolan melebihi Organisasi Masyarakat (Ormas).

Dalam video itu Jenderal Dudung Abdurachman menyerukan agar para prajurit TNI AD tidak diam saja setelah disebut seperti gerombolan oleh Effendi Simbolon.

“Kita jadi petarung, jadi jagoan. Jangan jadi ayam sayur. Saya lihat itu diam semua. Nanti lihat tanggal 26, saya buktikan pada kalian…(kalimat tidak terdengar jelas),” seru Jenderal Dudung Abdurachman.

“Jangan kita diam saja, Dia ini siapa, enggak berpengaruh. Harga diri, kehormatan kita, kok diinjak-injak sama dia. Karena saya tahu juga dia dapat ‘angin’ masalahnya, sehingga kita duduk semua, diam,” lanjut Jenderal Dudung Abdurachman.