Terkini.id, Jakarta – Mengubah nama jalan di Jakarta menjadi nama tokoh Betawi menuai pro dan kontra.
Beberapa warga memprotes dengan perubahan nama jalan di Jakarta karena berdampak dalam perubahan data KTP elektronik hingga Kartu Keluarga (KK) warga.
Hal yang sama juga dilontarkan oleh anggota ketua fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.
Hal yang sama juga dibuat oleh anggota ketua faksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono.
Gembong Warsono mengkritik perubahan 22 nama jalanan di Jakarta sebagai nama sosok tokoh Betawi.
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
Menurutnya, perubahan nama bukanlah tugas prioritas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kepala daerah.
Banyak hal dapat dilakukan tidah hanya sekedar mengubah nama jalan yang benar -benar menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Dia menganggap anies Baswedan kurang kerjaan.
Anies Baswedan menggantikan 22 nama jalan dengan tokoh Betawi, Ketua Faksi PDIP : Gubernur Kurang Kerjaan
Ketua faksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengkritik perubahan nama jalan di Jakarta menjadi nama tokoh Betawi.
Menurutnya, perubahan nama bukanlah tugas prioritas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai kepala daerah.
Banyak hal dapat dilakukan hanya untuk mengubah nama jalan yang benar -benar menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Sebagai contoh, politisi PDIP ini menyinggung pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF) Sunter, Jakarta Utara yang macet dan ditinggalkan oleh investor.
“Penggantian nama jalan bukan merupakan pekerjaan prioritas Pak Anies. Kenapa ini dilakukan? Ya untuk menutup kerja prioritas yang selama kepemimpinannya tidak dapat dilaksanakan,” katanya saat dikonfirmasi, di kutp dari tribunnews.com pada Kamis 23 Juni 2022.
Secara terbuka, ia menyebut Anies sebagai gubernur yang kurang kerjaan.
Karena perubahan nama jalan berdampak pada data administratif penduduk di lokasi tersebut. Mereka harus mengubah alamat tempat tinggal pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan sebagainya.
“Penggantian nama jalan membawa dampak administrasi yang komplek, tidak sesederhana sebagaimana yang disampaikan oleh gubernur. Ini terkesan kerja gak profesional, tanpa melalui kajian dan mengakibatkan kesulitan bagi masyarakat yang terkena dampak dari perubahan nama jalan tersebut. Gubernur kurang kerjaan,” pungkasnya.
Penduduk Kramat Jati Keberatan
Sejumlah penduduk Kramat Jati, Jakarta Timur keberatan dengan penggantian nama jalan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta.
Di Keluarahan Batu Ampar, penduduk keberatan dengan penggantian nama Jalan Budaya ke Jalan Haji Entong Gendut yang merupakan sosok pejuang Betawi.
Camat Kramat Jati Rudy Syahrul mengatakan dari hasil pertemuan yang dilakukan oleh warganya keberatan karena penggantian nama jalan berdampak pada data kepenudukan.
“Penjelasan Lurah (Batu Ampar) mereka berkeberatan masalah administrasi kependudukan dan sudah dijelaskan oleh pak Lurah,” kata Rudy saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis 23 Juni 2022.
Data populasi ini mencakup KTP, Kartu Keluarga (KK), dokumen kepemilikan tanah dan bangunan, sampai data kepemilikan kendaraan bermotor yang harus diganti dengan nama jalan baru.
Rudy mengatakan terkait dengan keberatan penduduk, pihaknya akan membantu proses mengganti data populasi yang dipengaruhi oleh penggantian nama jalan budaya.
Tetapi ketika dikonfirmasi apakah phak dari Kecamatan Kramat Jati akan menyediakan pos layanan khusus untuk membantu mengurus data populasi baru, ia menyerahkan penanganan kepada Lurah.
“Sudah tugas kami memberikan pelayanan kependudukan kepada masyarakat. Silakan koordinasi ke Lurahnya,” ujar Rudy.
Lurah Batu Ampar Rusman mengatakan bahwa pihaknya akan kembali untuk mengadakan pertemuan untuk membahas masalah data populasi setelah nama jalan budaya diganti.
Bahkan dia tidak menentukan waktu yang tepat dari pertemuan dengan penduduk, hanya menyebutkan bahwa hasil pertemuan akan dikirim ke tingkat Kecamatan Kramat Jati.
“Besok akan diadakan pertemuan lagi dan hasil, akan disampaikan ke pak Camat. Sy melaporkan dulu ke pak camat karena beliau adalah pimpinan saya,” tutur Rusman.
Di wilayah kecamatan Kramat Jati ada dua nama yang baru digantikan oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta, yaitu jalan budaya menjadi Jalan Haji Entong Gendut di Keluarahan Batu Ampar.
Kemudian Jalan Raya Pondok Gede yang diubah menjadi Jalan Haji Bokir bin Dji’un dari titik awal di Jalan Raya Bogor hingga lampu merah Tamini, yang masuk wilayah Kelurahan Kramat Jati.
Tribunjakarta.com telah mencoba mengkonfirmasi sosialisasi penduduk untuk penggantian nama Jalan Raya Pondok Gede ke Lurah Kramat Jati, Karman.
Tetapi sampai berita itu ditulis, upaya konfirmasi yang dilakukan belum membuahkan hasil.
Disdukcapil menapat kerjaan melakukan perubahan dalam data KTP hingga KK.
Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggantikan 22 nama jalan di ibu kota dengan nama tokoh Betawi, memengaruhi perubahan data KTP elektronik dan juga kartu keluarga (KK).
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin meminta warga untuk tidak khawatir tentang masalah data administrasi populasi ini.
Dia memastikan, pihaknya akan “jemput bola” dengan membuka layanan penggantian alamat di penghitung layanan Dukcapil di setiap RW yang terkena dampak perubahan nama jalan, mulai minggu depan.
“Kami akan lakukan layanan jemput bola juga. Kami lakukan pelayanan di RW yang terdampak. Membuka pelayanan di pos RW,” ujar Budi Awaluddin dalam keterangan tertulis, Kamis 23 Juni 2022
Untuk saat ini, beberapa program yang telah berjalan, seperti layanan kesadaran Adminduk Kampung, layanan seluler, dan layanan jemput bola terus berjalan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
“Harapannya momentum ini dapat dimanfaatkan masyarakat tidak hanya perubahan alamat saja,” tuturnya.
“Namun lebih dari itu, masyarakat bisa mengupdate biodata terbarunya seperti, status, golongan darah, dan gelar yang mungkin ingin dicantumkan oleh masyarakat,” sambungnya.
Setelah seluruh masyarakat mengubah dokumen kepenududukannya, secara bertahap dapat mengganti dokumen lain.
Disdukcapil DKI juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk pengumpulan data inventaris dan kebutuhan blangko.
“Ditjen Dukcapil Kemendagri mengapresiasi serta mendukung program dari Pemprov DKI Jakarta pada perubahan nama jalan yang berasal dari tokoh lokal di Jakarta,” ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta mengatakan dia telah meminta stafnya untuk melayani masyarakat dengan perubahan data di kolom alamat KTP, KIA, dan KK.
Karena itu, ia meminta masyarakat untuk tidak lagi perlu khawatir dan merasa sulit
mengurus dokumen kependudukan.
“Kami sudah berkomitmen bahwa Dukcapil DKI gratis dan siap melayani hingga tuntas,” kata dia.
Jika ada petugas yang tidak bermoral yang meminta kontribusi atau melakukan pungutan ilegal (pungli) dalam pengelolaan dokumen ini, Budi meminta masyarakan untuk segera melaporkannya.
“Kami tidak akan segan memberikan tindakan tegas bagi petugas yang masih memakai cara lama seperti itu,” tuturnya.
“Hal ini bagian dari komitmen kami kepada masyarakat dalam memberikan layanan yang cepat, akurat dan tuntas, tambahnya,” sambungnya.
Perubahan untuk 22 nama jalan di DKI Jakarta dengan nama tokoh Betawi menuai pro dan kontra.
Beberapa orang setuju karena kebijakan tersebut dianggap sebagai upaya pemerintah provinsi DKI Jakarta untuk melestarikan budaya Betawi.
Namun, tidak sedikit orang yang keberatan dengan perubahan ini karena dianggap sulit dalam mengelola dokumen, terutama data kependudukan.
Tokoh Budaya Betawi Meminta Kepala Lurah untuk Mensosialisasikan Nama Jalan yang Baru Diganti Anies Baswedan.
Budayawan Betawi Ridwan Saidi menyoroti perubahan nama jalan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seiring Jakarta hajatan.
Ridwansaidi berkata, para Lurah harus berada di tempat -tempat yang mengalami penggantian nama jalan untuk memiliki peran bersosialisasi kepada penduduk.
Ridwan Saidi mengatakan, staf desa harus menjelaskan kepada publik apa tujuan dari nama jalan baru, di kutip dari tribunnews.com 23 Juni 2022.
Daftar pergantian nama jalan, gedung dan zona di Jakarta:
Nama jalan
- Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)
- Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)
- Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)
- Jalan H. Bokir Bin Dji’un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)
- Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)
- Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)
- Jalan H. Roim Sa’ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)
- Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)
- Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)
- Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)
- Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)
- Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5)
- Jalan H. Imam Sapi’ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)
- Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76)
- Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara)
- Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan)
- Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII)
- Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke)
- Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat)
- Jalan Guru Ma’mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya)
- Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)
- Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)
Kampung
- Kampung MH Thamrin (sebelumnya bernama Zona A PBB)
- Kampung KH. Noer Ali (sebelumnya bernama Zona Pengembangan)
- Kampung Abdulrahman Saleh (sebelumnya bernama Zona B)
- Kampung Ismail Marzuki (sebelumnya bernama Zona C)
- Kampung Zona Embrio (sebelumnya bernama Zona Embrio)
Gedung
- Gedung Kisam Dji’un (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Timur)
- Gedung H. Sa’aba Amsir (sebelumnya Gedung PPSB Jakarta Selatan)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
