Anies Berhasil Atasi Banjir, Akademisi UI: Pemprov Sajikan Data Menyesatkan

Terkini.id, Jakarta – Akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando menanggapi soal kabar gubernur Anies Baswedan yang disebut telah berhasil mengatasi banjir di DKI Jakarta belum lama ini.

Lewat cuitannya di Twitter, Selasa 23 Februari 2021, Dosen Ilmu Komunikasi UI tersebut menilai capaian Anies seolah-olah berhasil mengatasi banjir itu berdasarkan data dari Pemprov DKI.

Namun, menurut Ade Armando, data Pemprov DKI yang disampaikan ke publik tersebut salah alias menyesatkan.

Baca Juga: PDIP Sentil Anies Soal KPK DKI: Apa yang Sudah Dikerjakan...

“Pemprov DKI menyajikan tabel data banjir yang menyesatkan sehingga seolah Anies berhasil mengendalikan banjir di DKI,” cuit Ade Armando.

Lantaran data sesat tersebut, kata Ade, seolah-olah kualitas penanganan banjir oleh Anies Baswedan lebih hebat dibanding era gubernur DKI sebelumnya yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga: Anies Kembali Unggul di Bursa Pilpres 2024, Pengamat: Beliau Tidak...

“Kualitas penanganan banjir di era Anies seolah jauh lebih keren dibandingkan di masa ahok, Jokowi dan para gubernur sebelumnya,” tuturnya.

Pada ciutan sebelumnya, Ade Armando juga menyindir Anies Baswedan terkait penyebab banjir di DKI yang disebut disebabkan lantaran drainase di wilayah itu tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Ia menilai, penyebab utama banjir di DKI bukan karena luapan sungai melainkan drainase yang tersumbat.

Baca Juga: Beredar Video Anies Baswedan Sebut Pembangunan Jangan Fokus ke Benda...

“Penyebab utama banjir besar yang melanda Jakarta ternyata bukan karena luapan sungai, tapi karena tidak berfungsinya drainase,” kata Ade Armando.

Menurutnya, penyebab utama tersebut terjadi karena DKI memiliki gubernur yang tidak berkualitas.

Bahkan, kata Ade Armando, Gubernur DKI yakni Anies Baswedan lebih sibuk membangun pencitraan dibanding menyelesaikan penyebab persoalan banjir tersebut.

“Ini terjadi karena DKI punya Gubernur yang tidak berkualitas dan lebih sibuk membangun pencitraan diri,” ujarnya.

Sponsored by adnow
Bagikan