Anies Disebut Mencla-Mencle, Ferdinand: Cukup Jakarta yang Jadi Korban Selama 5 Tahun

Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi soal Gubernur DKI Jakarta yang disebut mencla-mencle.

Ferdinand menimpali sindiran itu bahwa cukup Jakarta yang menjadi korban kepemimpinan Anies Baswedan.

“Cukup Jakarta yang jadi korban selama 5 tahun,” katanya melalui akun FerdinandHaean3 pada Minggu, 19 Setember 2021. 

Baca Juga: Sindir Said Didu dan Susi Pudjiastuti, FH: Mahluk Merasa Suci...

Ferdinand menilai bahwa di bawah pemimpinan Anies Baswedan, Ibu Kota Negara dirusak dan dikotori. 

Bukan hanya itu, ia juga menilai bahwa di bawah Anies Baswedan, kemiskinan di Jakarta bertambah.

Baca Juga: Sindir Anies, FH: Mungkin Saat Itu Kau Merasa Bisa Bodohin...

“Semakin tidak aman dan tidak damai karena kelompok pendukungnya gemar bikin ricuh seperti FPI HTI,” kata Ferdinand.

Ia juga berpendapat bahwa jiwa ke-Indonesiaan mantan Menteri Pendidikan itu diragukan.

“Jangan sampai Indonesia jadi korban berikutnya..!” tegas Ferdinand Hutahaean.

Baca Juga: Sindir Anies, FH: Mungkin Saat Itu Kau Merasa Bisa Bodohin...

Bersama cuitannya, ia membagikan cuitan lain yang menyebut Anies Baswedan mencla-mencle.

Dalam cuitan netizen itu, dilampirkan gabungan video dan gambar yang menyindir kontradiksi pernyataan Anies mengenai pembangunan.

Dalam gambar, ditampilkan beberapa karya yang dibangun Anies di Jakarta, seperti tugu peti mati, tugu sepeda, instalasi tumpukan batu atau instalasi Gabion, dan instalasi bambu getah getih.

Adapun dalam video yang dilampirkan,  Anies mengatakan bahwa ia ingin membangun manusia, bukan benda mati.

“Benda mati mudah difoto, mudah ditunjukkan. Karena itu politisi suka menunjukkan benda mati. Karena kelihatan,” katanya.

Sementara, lanjut Anies, membangun manusia menjadi terdidik dan berwawasan luas itu jika difoto tak ada bedanya.

Dengan pernyataannya itu, Anies Baswedan pun dinilai menjilat ludah sendiri kareja ia membangun beberapa benda mati yang fungsinya sebagai hiasan di Jakarta.

Bagikan