Terkini.id, Jakarta – Ferdinand ramai diejek soal pernyataannya yang mengindikasikan bahwa ia berpikir Kabupaten Ngawi berada di Jawa Tengah. Padahal, seperti yang diketahui, Ngawi berada di Jawa Timur.
Awalnya, Ferdinand mengomentari cuitan Anies Baswedan mengenai kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam hal ketahanan pangan.
“Alhamdulillah, Pemprov DKI Jakarta – BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya menggandeng Pemkab Ngawi melalui Daya Tani Sembada dan Kelompok Tani Sido Rukun Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi untuk kerja sama ketahanan pangan,” kata Anies Baswedan pada Minggu, 26 April 2021.
Ferdinand lalu membalas cuitan itu dan mengatakan bahwa Jakarta harus berterima kasih ke Jawa Tengah yang dipimpin Ganjar Pranowo.
“Bagus, Pemprov DKI Jakarta memang harus bekerja amankan pasokan beras warga Jakarta. Jakarta harus berterima kasih kepada Jawa Tengah di bawah pimpinan Ganjar Pranowo yang mampu memproduksi beras untuk mencukupi kebutuhan Jakarta dan propinsi lain. Ini prestasi Jateng yang harus ditiru daerah lain,” kata Ferdinand.
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
Balasan Ferdinand itu lantas mendapat banyak olokan hingga ‘Ngawi’ menjadi trending topic.
Salah satu yang menyindir adalah Said Didu yang dengan bercanda mengatakan bahwa Ngawi itu terletak di Sulawesi Selatan.
“Ah dia salah – Ngawi kan SulSel. Pokoknya yang ada padi adalah Sulsel. No debat,” kata Said Didu.
Mendapat banyak serangan, Ferdinand pun menjelaskan bahwa cuitannya itu adalah cuitan berseri.
Cuitan selanjutnya menyinggung bahwa DKI harus bekerja sama dengan daerah penghasil beras, salah satunya Jatim.
“Kerjasama Pemprov DKI dengan daerah-daerah lain penghasil beras memang harus dilakukan karena Jakarta tak punya lahan untuk pertanian. Salah satunya dengan Jatim. Namun kerjasama ini jangn hanya mencari untung, beli lebih murah, jual dapat untung. Semangatnya harus pada mengamankan stok lebih murah dari Bulog,” katanya.
Ferdinand lalu menyentil apakah Anies Baswedan tidak malu memiliki pendukung yang bodoh karena asal serang.
“Nis, mbo ya bilangin pendukungmu jangan ngegas ngebully sebelum baca yang benar. Komen saya di akunmu tweetnya 2 seri bukan tunggal. Suruh dibaca dulu baru pada teriak-teriak. Mungkin mereka tak pernah dengar tweet berseri, atau memang pada malas baca. Lu ngga malu punya pendukung bodoh-bodoh gitu Nies?” katanya.
Namun, pembelaan itu masih tidak diterima kebanyakan netizen sebab jarak kedua cuitan Ferdinand adalah 12 menit.
“Lae, ngelesnya kelamaan. Jeda antara twit pertama ke twit kedua 12 menitan. Setelah rame loe baru ngeles,” kata LordFathza.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
