KETIKA saya menyoroti dan mengeritik tajam pernyataan seorang pandeta di Oakland, banyak yang menyangka saya menutup mata terhadap berbagai ketidakberesan yang ada di negeri ini.
Seolah saya tidak peduli, tak krisis, dan tidak ingin membela mereka yang terzholimi haknya.
Saya ingin pertegas sekali lagi, bahwa bagi saya keadilan tidak dibatasi oleh di dinding apapun, termasuk dinding agama.
Keadilan harus ditegakkan walau itu bertentangan dengan kepentingan diri dan kelompok sendiri.
Karenanya saya akan membela siapa saja dan mengkritisi siapa saja jika saya merasa di mana perlu dibela atau dikritisi.
- Semifinal AAS Cup II 2026 Digelar Hari Ini, Alumni Unhas Berebut Tiket Final
- Haji Mabrur Tak Hanya Ritual, Tetapi Juga Kepedulian Sosial
- Semarak Pasar Murah di Lokasi TMMD, Warga Arungkeke Palantikang Bersyukur Kebutuhan Pangan Terjangkau
- Momen Mengharukan, 16 Tahun Menanti, Syifa Akhirnya Dipeluk Sang Ibu
- Tingkatkan Kesehatan Mental, Tim BK S2 UNM Uji Program Psikososial-Spiritual Murid SD di Makassar
Karenanya toleransi sebagai bagian dari keadilan harus ditegakkan untuk dan kepada siapa saja.
Toleran kepada Umat yang berbeda keyakinan harus ditegakkan walaupun itu mungkin sebuah kenyataan pahit.
Maka bagi saya pelarangan membangun gereja, selama itu tidak melanggar aturan-aturan yang ada harus dikritisi.
Tapi sabaliknya larangan membangun masjid, selama itu tidak melanggar aturan-aturan yang ada juga harus dikritisi.
Pelarangan keduanya (membangun gereja atau masjid), baik dalam pandangan agama maupun konstitusi tidak dibenarkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
