Karena tanpa mengingkari adanya kasus-kasus, Indonesia secara mendasar sangat memberika kebebasan kepada setiap pemeluk agama untuk meyakini dan menjalankan agamanya.
Selalu saya mengatakan bahwa sesungguhnya Indonesia masih syurga bagi teman-teman minoritas di negeri ini.
Selama bertanggung jawab sebagai bagian dari bangsa, menegakkan Konstitusi dan menghargai eksistensi Umat lain, anda bebas menjalankan agamanya.
Pancasila dan UUD 45 menjadi acuan kuat, Yang didukung oleh karakter kebangsaan yang memang memilki karakter toleransi Yang historis.
Gesekan-gesekan Yang terjadi di kemudian hari harusnya dilihat dari akar permasalahan yang sesungguhnya. Bukan karena karakter bangsa.
- Parmusi Sulsel Serukan Tabayyun Terkait Isu Jusuf Kalla
- DPRD Makassar Desak Dinas Pendidikan Larang Acara Perpisahan Siswa di Luar Sekolah
- BSI Gerakkan 10 Ribu Perempuan Selamatkan Bumi Lewat Aksi Tanam Pohon
- Pemprov Sulsel Matangkan RKPD 2027, Fokus Tekan Stunting dan Lindungi Kelompok Rentan
- Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
Bukan pula karena agama Yang dianut oleh mayoritas bangsa ini. Tapi karena faktor lain yang akan disebutkan pada poin selanjutnya.
Ketiga, secara mendasar rasisme Amerika dan kasus rasisme yang terjadi di Indonesia sangat berbeda.
Dan untuk dihubung-hubungkan rasanya sangat tidak adil dan tidak akan ketemu.
Rasisme Amerika seperti Yang pernah saya sampaikan bersifat historis, bahkan mungkin tidak salah kalau saya istilahkan sebagai dosa asal bangsa ini.
Sementara Indonesia tidak memiliki sejarah rasisme itu. Yang ada justeru sejarah toleransi dan kerukunan yang diakui oleh semua pihak.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
