Terkini.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, tim peneliti dari China menyebutkan bahwa antibodi yang dihasilkan oleh vaksin Covid-19 Sinovac akan melemah dalam jarak waktu 6 bulan setelah menerima vaksin dosis kedua.
Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil membenarkan hal tersebut.
“Benar,” ujar Kusnaidi dikutip terkini.id dari kompascom, Kamis, 29 Juli 2021.
Begitu pun dengan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi.
Nadia mengatakan bahwa antibodi yang dihasilkan dari vaksin Covid-19 Sinovac setelah enam bulan bisa seperti vaksin influenza saja.
- Gubernur Sulsel Lepas 100 Nakes dan Tambahan Rp1 Miliar untuk Bantu Penanganan Bencana di Aceh Tamiang
- Kadis Kesehatan Sulsel Pastikan Layanan Kesehatan RS Tetap Berkualitas Pasca Redistribusi Nakes
- Optimalkan Pelayanan Kesehatan, BKD Redistribusi 800 Nakes ke RS Milik Pemprov Sulsel
- Ribuan Nakes Puskesmas Makassar Tak Terima TPP, Danny Pomanto Cari Solusi
- Momen Peringatan HKN ke-59, Pemkab Gowa Serahkan 31 Piagam Penghargaan ke Puluhan Nakes
“Iyaa menurun, bisa saja seperti vaksin Influenza,” ungkap Nadia.
Kendati demikian, Kusnandi mengatakan bahwa bagi seseorang yang sudah melakukan vaksinasi Sinovac sebanyak dua dosis, maka hal itu sudah cukup untuk menangkal penularan Covid-19.
Maka dari itu, Kusnandi mengatakan bahwa saat ini, seseorang yang sudah melakukan vaksin sebanyak dua kali, maka belum dihimbau untuk melakukan vaksin dosis ketiga.
“Tapi setiap orang yang sudah divaksin akan membentuk antibodi yang tinggi bila kontak dengan virus covid,” paparnya.
“Untuk masyarakat belum perlu booster. Nakes saja, karena perlu cepat untuk penyuntikan vaksin ke masyarakat,” pungkas Kusnandi.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan secara resmi menyatakan bahwa Indonesia akan memulai vaksin babak baru (dosis ketiga) teruntuk para tenaga kesehatan.
Adapun vaksin dosis ketiga itu sudah dimulai pelaksanaannya pada 16 Juli 2021.
Sementara itu, jenis vaksin dosis ketiga ini sudah berbeda dengan dosis sebelumnya. Adapun jenis vaksinnya adalah Moderna yang dipercaya memiliki efikasi lebih tinggi 94,1 persen dibanding Sinovac.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
