Terkini.id, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari China yang dikabarkan mulai meninggalkan Sinovac dan beralih memborong vaksin Pfizer serta Moderna yang merupakan buatan Amerika.
Tentu saja keputusan China tersebut membuat publik geger karena sang negara Tirai Bambu sebelumnya telah menciptkan vaksin Sinovac yang mana banyak digunakan di Indonesia.
Lantas, mengapa beralih vaksin?
Menurut keterangan yang beredar, kemungkinan besar penyebab China beralih dari Sinovac karena vaksin yang lain sudah menggunakan teknologi mRNA.
Sebagaimana dilansir terkini.id dari Poskota pada Jumat, 23 Juli 2021, menurut laporan dari media Caixin pada Kamis lalu, 15 Juli 2021, dikatakan bahwa regulator China telah selesai meninjau vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh mRNA Jerman, yaitu BioNTech.
- Perhatian! Kemenkes Putuskan Hentikan Vaksin Sinovac bagi Masyarakat Usia Ini, Simak Alasannya
- Singapura Wajibkan Warga Penerima Vaksin Sinovac untuk Lakukan Ini!
- Anjurkan Vaksinasi Anak 6-11 Tahun, Menteri PPPA: Orangtua Tak Perlu Ragu
- Vaksin Sinovac Diincar untuk Booster, Seberapa Manjur sih?
- Vaksin Booster Pfizer dan Sinovac, Mana yang Lebih Kuat?
Lalu disampaikan bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh mRNA Jerman itu nantinya akan didistribusikan secara lokal melalui Fosun Pharma China.
Namun, saat ini pihak Fosun disebutkan masih menunggu persetujuan akhir dari regulator.
Baru jika nantinya disetujui, maka Fosun akan menyebarkan 100 juta dosis dari BioNTech ke pasar China pada akhir tahun 2021.
Sebagai informasi, sejak vaksin mRNA dinyatakan efektif melawan serangan Covid-19, Fosun memang sudah mengajukan permohonan agar vaksin BioNTech disetujui di pasar China sejak November lalu.
Nantinya vaksin BioNTech digunakan sebagai opsional setelah seseorang mendapat rejimen dua dosis dari vaksin buatan China dan bukan dijadikan sebagai alternatif vaksin yang diproduksi dari dalam negerinya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
