Aparat Brimob Polda Sulsel Cegah Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di Makassar

Terkini.id, Makassar – Upaya pengambilan paksa jenazah secara paksa kembali terjadi di Makassar. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis 15 Oktober 2020 di Rumah sakit rujukan virus corona (Covid-19).

Beruntung, aparat Brimob Batalyon A Pelopor mencegah upaya pengembilan jenazah tersebut.

Diketahui, upaya pengambilan jenazan pasien Covid-19 di RS Awal Bros Kota Makassar tersebut sudah terjadi sejak malam hari, Rabu 14 Oktober 2020.

Perwira pengendali pengamanan Ipda Muh. Fadly mengungkapkan, pihaknya mengirim personel Brimob sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Idham Azis melalui Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Merdisyam, M.Si dan Dansat Brimob Polda Sulsel untuk melaksanakan pengamanan di Rumah sakit rujukan Covid-19. 

Mungkin Anda menyukai ini:

AKBP Darminto selaku Komandan Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulsel menegaskan pengiriman personel Brimob ke Rumah Sakit Rujukan Covid -19 ini juga untuk memberi rasa aman kepada tenaga medis bukan untuk menghalangi keluarga pasien. 

Baca Juga: Patroli Kemitraan, Brimob Batalyon A Pelopor Terus Ingatkan Masyarakat Patuhi...

“Ini bertujuan memberi rasa aman bagi tenaga medis yang bertugas di RS rujukan Covid-19, bukan untuk menghalangi keluarga korban untuk mengambil Jenazah apabila pasien tersebut sudah dinyatakan Nonreaktif oleh pihak Rumah sakit ” tegas Darminto. 

Akan tetapi, Darminto mengatakan pihaknya tetap akan mengutamakan upaya-upaya preventif dan humanis. Tindakan tegas baru akan dilakukan jika ada penganiayaan terhadap tenaga Medis dan pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19.

“Bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan personel pengamanan segera melaporkan guna dilakukan tindakan-tindakan hukum yang sesuai dengan aturan” kata Darminto.

Baca Juga: Pengungsi Gempa di Malunda Sulbar Bertikai

Darminto menambahkan ada 60 personel yang melaksanakan pengawalan secara bergantian dalam tim tersebut. ada 10 personel ditempatkan pengamana di TPU Macanda Kab. Gowa dan 50 Personel mengawal jenazah covid-19 dari rumah sakit rujukan hingga ke TPU Macanda.

” ini merupakan tugas mulia, mereka menunjukkan Bhakti Bhakti Brimob kepada masyarakat, Mereka ditugaskan mengawal pemakaman korban Covid-19 dalam rangka antisipasi adanya penolakan dari warga terhadap proses pemakaman,” kata Darminto.

Secara terpisah Komandan Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhammad Anis menyatakan, apa yang dilakukan oleh anggota maupun Tim Gugus Tugas Covid-19 Makassar demi kebaikan bersama. Agar penularan tidak terjadi masif dan kurva terus naik.

“Kita tidak akan membiarkan tindakan dan aksi penjemputan paksa terhadap jenazah ini terjadi lagi. Maka kita siapkan personil pengamanan yang berlapis, lalu menindak tegas provokator,” katanya.

Bagikan