APBD Sulsel 2020 Ditargetkan Rp10,709 Triliun

Rapat paripurna dengan agenda pembahasan Nota Keuangan Ranperda APBD 2020, di Gedung DPRD Sulsel, Selasa 12 November 2019.

Terkini.id — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menargetkan Angaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pokok Sulsel 2020, sebesar Rp10,709 triliun.

Hal itu berdasarkan penjelasan gubernur pada rapat paripurna dengan agenda pembahasan Nota Keuangan Ranperda APBD 2020, di Gedung DPRD Sulsel, Selasa 12 November 2019.

Nurdin Abdullah menjelaskan, berdasarkan kebijakan pembangunan yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023.

Dijabarkan ke dalam rencana kerja Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 maka fokus pembangunan Tahun Anggaran 2020, diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk pertumbuhan Sulsel yang inklusif.

“Secara umum muatan dalam rancangan APBD 2020 ini tetap pada apa yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sulsel tahun 2020 dan tetap mempertimbangkan dinamisasi perkembangan lingkungan strategis Sulsel,” ungkap Nurdin.

Nurdin mengatakan, target belanja daerah khusus belanja tidak langsung pemerintah daerah provinsi Sulsel, merencanakan target belanja tidak langsung sebesar Rp7,54 triliun lebih, yang terdiri dari 1 belanja pegawai sebesar Rp3,36 triliun lebih.

2 belanja hibah sebesar Rp1,64 triliun lebih yang sebagian besar peruntukan untuk dana belanja Operasional Sekolah, ketiga bantuan sosial sebesar Rp1,42 miliar rupiah lebih, 4 Hasil sebesar Rp1,81 triliun, 5 bantuan keuangan kepada pemerintah Kabupaten/Kota dan partai politik sebesar Rp600,696 miliar dan 6 belanja tidak terduga sebesar Rp20 miliar rupiah.

Sementara belanja tidak langsung, ditargetkan sebesar Rp3,15 triliun rupia lebih, pada intinya selain mengakomodir mandatory spending belanja pendidikan yang mencapai 41,59 persen.

“Dalam RAPBD ini disisi lain juga diarahkan untuk pelayanan dasar yang menjadi kewenangan Pemprov dalam hal pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas, khususnya jalan dan jembatan daerah terisolir akses ke kawasan produksi dan kawasan strategis lainnya khususnya daerah destinasi serta peningkatan jaringan irigasi teknis,” paparnya.

Selain itu, yang menjadi kewenangan Pemprov agar dengan kebijakan ini memiliki dampak multiplayer guna mendorong relasi antar sektor pembangunan khususnya sektor pertanian.

Ia berharap Sulsel menjadi daerah mandiri benih, bahkan mimpi kita kedepan akan menjadi penyangga khusus untuk kawasan Timur Indonesia.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Bantaeng

Pelabuhan Ekspor Akan Dibangun di Bantaeng

Terkini.id -- Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah membeberkan, akan dibangun pelabuhan ekspor di Kabupaten Bantaeng.Hal itu disampaikan Nurdin Abdullah ketika memberikan sambutan pada
Bantaeng

Bantaeng Raih Dua Penghargaan dari OJK

Terkini.id, Bantaeng - Pemerintah Kabupaten Bantaeng meraih dua penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu, 26 Oktober 2019. Penghargaan itu diserahkan pada acara Expo Literasi