Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Rakyat, Arvindo Noviar, pasang badan jika ada yang berani kriminalisasi LGBTQ dan keberagaman gender.
Arvindo Noviar menegaskan bahwa dirinya akan menggugat berkali-kali kepada siapapun yang mengganggu LGBTQ dan keberagaman gender. Menurutnya, pihak yang mengkriminalisasi tidak memahami Pancasila.
Narasi Arvindo Noviar ini disampaikan melalui sebuah cuitan di media sosial Twitter, sebagaimana dilihat pada, Sabtu 28 Mei 2022.
“Siapapun yang ingin mengkriminalisasi keberagaman gender pastilah tidak memahami Pancasila dan tidak memiliki rasa hayat sejarah!.”, tulis Arvindo Noviar.

Yang coba-coba kriminalisasi LGBTQ+ / keberagaman gender akan saya gugat berkali-kali. Liberalisme (hanya) diizinkan di ruang privat”, tambahnya.
- Arvindo Noviar Sebut Anies Penganut Syiah, Eko Widodo: Ini Jelas Kampanye Hitam, Provokasi Sampah
- Dokter Eva Sentil Arvindo Noviar Terkait Nabi Muhammad Bukan Orang Arab: Kebanyakan Makan Micin ya Mas?
- Gara-Gara Cuitannya Kontroversial, Arvindo Noviar Syiah?
- Usai Bela LGBTQ, Arvindo Noviar Kini Sebut Nabi Muhammad Aslinya Bukan Keturunan Orang Arab: Beliau Diarabkan
- Arvindo Noviar Terang-terangan Menyatakan Siap Bela LGBT di Indonesia
Selain itu, dia juga menyinggung para intelektual dan cendikiawan Indonesia untuk menunjukkan data demografi LGBTG yang ada di Indonesia.
Ketum Partai Rakyat itu menyebut bahwa solusi apa yang harus diberikan untuk para LGBTQ jika para cendikiawan saja tidak mampu menunjukkan data demografi LGBTQ.
“Kepada kalian para intelektual dan cendekiawan, berdasarkan dari data demografi, berapakah jumlah LGBTQ+ yang ada di Indonesia? Jika kalian anggap LGBTQ+ adalah masalah, lalu solusi apa yang cukup akurat jika data demografi saja kita tidak punya?”, tulis Arvindo Noviar.

Selain itu, Arvindo Noviar mengatakan bahwa jauh sebelum Indonesia ada, LGBTQ memang sudah ada, sehingga, menurutnya, ada salah satu konsep ke Tuhanan di Indonesia yang erat kaitannya dengan keberagaman gender.

“Fungsi agama itu mencintai, bukan membenci. Fungsi akal itu mengendalikan amarah bukan melampiaskan. LGBTQ+ itu sudah ada jauh sebelum Indonesia ada. Dan ada salah satu konsep Ketuhanan (agama) yang ada di Indonesia terkait erat dengan keberagaman gender”, tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
