AS Sorot Pemanggilan BEM UI Usai Sebut Jokowi ‘King of Lip Service’, Netizen: Viralnya Sudah Lama, Baru Sekarang Rilisnya

AS Sorot Pemanggilan BEM UI Usai Sebut Jokowi ‘King of Lip Service’, Netizen: Viralnya Sudah Lama, Baru Sekarang Rilisnya

R
Muhammad Ifan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta Amerika Serikat menyoroti pemanggilan para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI usai menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai The King of Lip Service atau raja membual pada Juni 2021.

Sorotan ini tertuang dalam Laporan HAM Indonesia 2021 yang diunggah di situs resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia.  

BEM UI merilis pesan di Instagram yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Rektorat UI menilai postingan tersebut melanggar peraturan universitas dan memanggil anggota BEM untuk konseling,” bunyi laporan tersebut dilansir dari CNN Indonesia.

Julukan Jokowi The King of Lip Service sendiri merujuk pada pandangan BEM UI yang menilai kepala negara sekaligus pemerintah itu kerap mengobral janji manis. Kebijakan Jokowi juga dinilai selalu bertolak belakang dengan pernyataannya sendiri.

Mereka juga menyinggung sejumlah janji Jokowi, seperti memperkuat KPK, mempersilakan rakyat menggugat UU Ciptaker, dan merevisi pasal karet UU ITE. BEM UI menilai janji-janji itu hanya bualan.

Baca Juga

Berita terkait Amerika Serikat yang menyoroti pemanggilan BEM UI ini, ramai direspon oleh banyak netizen di media sosial, salah satunya datang dari pengguna Twitter bernama @Namanya07879938.

Dalam cuitannya, akun Twitter @Namanya07879938 merasa heran karena kasus pemanggilan BEM UI ini sudah lama terjadi dan AS baru merilis laporan tersebut.

“hmm..viralnya udah lama baru skrg AS rilisnya, agenda agen2 bikin umpan barat vs tiongkok, adu kepentingan bisnis dimari kasak kusuk kisruh” Tulis pengguna Twitter bernama @Namanya07879938.

AS Sorot Pemanggilan BEM UI Usai Sebut Jokowi ‘King of Lip Service’, Netizen: Viralnya Sudah Lama, Baru Sekarang Rilisnya
Cuitan Netizen @Namanya07879938

Pengguna Twitter lain bernama @bramhuge turut memberikan komentarnya, ia mengatakan jika tanda-tanda presiden sudah mulai ditinggalkan di pergaulan HAM internasional.

“Tanda tanda presiden sdh mulai ditinggalkan di pergaulan HAM internasional dan legitimasi yg semakin hancurrrr” Tulis akun Twitter @bramhuge.

Seperti diketahui, pimpinan BEM UI dipanggil oleh Rektorat UI pada 2021.

Gelagat Rektorat UI itu juga membuat Jokowi angkat suara. Menurutnya, kampus tidak perlu menghalangi mahasiswa berekspresi.

Namun, ia mengingatkan ada norma sopan santun yang juga berlaku di masyarakat Indonesia.

“Universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi, tapi juga ingat kita ini memiliki budaya tata krama, budaya kesopansantunan,” kata Jokowi dIlansir dari CNN Indonesia.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.