Asap Mengandung Gas Racun, Sekolah di Sekitaran TPA Antang Diliburkan

Jerebu atau kabut asap menyelimuti pemukiman warga di Kecamatan Manggala, Makassar. Jarak pandang pengendara juga sangat terbatas, akibat tebalnya asap
Jerebu atau kabut asap menyelimuti pemukiman warga di Kecamatan Manggala, Makassar. Jarak pandang pengendara juga sangat terbatas, akibat tebalnya asap

Terkini.id, Makassar – Plt. Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd. Azis Hasan mengatakan, pihaknya tengah meliburkan sekolah yang berada di area kebakaran TPA Antang lantaran asap yang menyebar mengandung racun.

“Setahu saya, ada kompleks dekat disitu, 3 atau 4 sekolah di dalam itu. Tadi masih sempat masuk, tapi melihat perkembangan asapnya semakin ini (parah) karena memang tidak kelihatan api di atas tetapi itu kan biasanya masih menyala (di bawah),” kata dia di Hotel Arthama, Jalan Haji Bau, 16 September 2019.

Ia mengatakan hal itu sebagai antisipasi terhadap dampak asap yang membumbung ke langit dan tersebar ke pemukiman-pemukiman. Ia menerangkan bahwa sebelumnya sekolah tidak pernah diliburkan.

“Jadi ini memang cukup tebal asap yang diakibatkan” ujarnya.

Ia mengatakan belum bisa memastikan kapan sekolah kembali aktif dan kondisi kembali stabil. Namun, ia berharap sampai hari ini saja lantaran  anak sekolah sudah melangsungkan ulangan.

“Nanti gurunya, kepala sekolahnya mencari waktu, kompensasi,” kata dia.

Ia mengimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran.

“Supaya kalau memang mengancam anak-anak, membahayakan, bisa berakibat penyakit, barangkali memang lebih bagus dilakukan seperti itu,” ungkapnya.

Dia menerangkan bahwa asap yang tersebar akibat dari kebakaran berpotensi menimbulkan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Ia mengatakan, kemarin, Kepala Dinas Kesehatan  hadir membagi-bagikan masker kepada anak sekolah maupun kepada masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Mudah-mudahan ini kita berharap semua segera pulih karena sejak kemarin teman-teman dari dinas pemadam dibantu TNI Polri dan juga teman-teman dari kecamatan dan beberapa SKPD sudah terjun di sana,” paparnya.

Ia pun meyebut telah mendapat informasi bahwa kondisi mulai reda. Namun ia sangsi lantaran berdasarkan pengamatannya, api terkadang keliatan sudah padam tetapi di bawah masih berkobar.

“Namanya kalau sampah ini biasanya membakar sampai ke bawah. Jadi kalau kita lengah, sebentar muncul lagi dan ini harus diwaspadai. Harus selalu siap. Tapi syukur karena kita sudah punya carester di sana, dekat TPA, jadi yang bisa cepat manuver, tidak banyak korban teridap penyakit ISPA,” ungkapnya.

Plt. Dinas Pendidikan Kota Makassar Abd. Azis Hasan

Ia menilai kondisi kebakaran sebelumnya di TPA Tamangapa tidak separah sekarang lanntaran hampir memang setiap tahun kejadian itu terjadi. Ia juga menyebut peristiwa kebakaran tak bisa diperkirakan.

“Terkadang kita sudah menyampaikan kepada driver, pemulung-pemulung yang bekerja di dalam, berhati-hati kalau merokok. Biasa juga pemulung ini bikin pondok-pondok, biasa memasak juga disitu, ini yang sama sekali tidak boleh seperti itu,” paparnya.

Ia mengatakan pemerintah sulit mengatur keadaan di TPA lantaran belum dipagari secara keseluruhan sehingga mudah diakses. Ia menyebut tidak sama dengan TPA di luar sana yang sudah maju dan betul-betul steril.

“Tidak semua orang bisa masuk kalau tidak punya kepentingan. Tapi sekarang kita diganggu juga sama sapi yang jumlahnya ribuan disana,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar Taufiek Rahman mengatakan belum bisa memberi keterangan pasti penyebab kebakaran. Kendati begitu, ia menduga lantaran musim kemarau sehingga terik dan sampah kering penyebab api menyulut.

Terkait dengan kondisi yang terkena secara langsung penyebab kebakaran, ia mengatakan untuk konfirmasi dengan dengan Dinas Sosial yang mendata langsung.

“Untuk pengungsi coba hubungi camat atau BPBD atau Dinsos yg mendata. Penyebab kebakaran dugaan karena panas terik dan kering disertai adanya gas metan di tempah sampah,” ungkapnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini