Terkini.id, Jakarta – Kelakuan tak pantas dilakukan oleh seorang guru ngaji berinisial R yang disebut melakukan pencabulan terhadap tujuh orang murid perempuannya yang masih di bawah umur dengan iming-iming hadiah Alquran.
Adapun modus pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek dan guru ngaji, yaitu melalui praktik wudu.
Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Tanggamus, Lampung, dan diungkap oleh Anwar Munir, Ketua RT di Kecamatan Kotaagung.
“Korbannya adalah anak-anak perempuan yang merupakan muridnya, sementara ini ada tujuh anak yang mengaku menjadi korban pencabulan,” terang Anwar Munir, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Kamis, 28 Oktober 2021.
Saat melakukan praktik wudu, pelaku langsung melakukan aksinya dengan menggerayangi area sensitif korban dan meminta mereka untuk melepas celana sebelum melakukan praktik.
- Walau Jadi Pengacara Guru Ngaji Cabul, Barbie Kumalasari Ngaku Kasihan kepada Korban: Selaput Darahnya Robek ....
- Jadi Pengacara Guru Ngaji Cabul, Barbie Kumalasari: Advokat Harus Bela Kliennya Salah Atau Benar!
- Miris! Guru Ngaji Ini Cabuli Anak Perempuan Berusia 12 Tahun
- Astaga, Ada Lagi? Lama Gak 'Dijatah' 2 Istrinya, Guru Ngaji di Depok Nekat Cabuli 15 Murid, Parah!
- Modus Belajar Buang Air Kecil dan Wudhu, Guru Ngaji Cabuli Tujuh Murid di Lampung
“Ada enam anak yang dicabuli saat praktik wudu pada Rabu, 20 Oktober 2021, lalu satu anak saat setoran hafalan pada Minggu, 24 Oktober,” sambung Anwar.
“Digerayangi, tapi tidak sampai lepas baju. Iming-imingnya kalau hafal dan mau dipegang-pegang, maka akan diberi hadiah berupa Alquran kecil.”
Salah seorang korban mengaku turut diiming-imingi hadiah berupa Alquran. Akan tetapi, ia langsung berontak dan mengadu kepada orang tuanya.
Kemudian, keenam anak yang dicabuli oleh R pun mulai ikut mengaku dan menceritakan kejadian serupa sehingga akhirnya para orang tua memutuskan untuk mengambil langkah hukum.
Orang tua melapor kepada kepala lingkungan hingga menyusun rencana agar si pelaku dipanggil ke rumah kepala lingkungan.
“Saat pelaku sudah di rumah kepala lingkungan, anggota Bhabinsa datang, kemudian pelaku dibawa ke Polsek Kotaagung.”
Anwar menjelaskan, pelaku dikenal sebagai orang yang religius. Bahkan setiap malam Jumat dirinya rutin mengikuti pengajian.
Pelaku berinisial R juga merupakan marbot masjid yang ada di Kecamatan Kotaagung. Tak hanya itu, ia pun diketahui sudah beristri dan punya anak.
“Kami tidak menyangka. Sebab, R ini dikenal religius setiap malam Jumat rutin pengajian dan juga salah satu marbot di masjid yang ada di Kecamatan Kotaagung,” jelas Anwar.
“Selain itu, juga pelaku ini sudah memiliki istri dan anak. Maka dari itu, orang tua korban meminta agar dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pungkasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tanggamus, AKBP Satya Widhy Widharyadi, membenarkannya. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan kronologi lengkap.
“Iya, betul. Namun, untuk kronologis lengkapnya, nanti ya. Saat ini sedang disiapkan bahan untuk rilisnya oleh humas berkoordinasi dengan Satreskrim,” papar Satya Widhy.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
