Terkini, Makassar – Bulan suci Ramadhan 2025 semakin dekat. Umat Islam di Indonesia kini menanti kepastian kapan 1 Ramadhan 1446 Hijriah akan dimulai.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah bersama organisasi Islam akan menentukan awal puasa melalui sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyatul hilal.
Proses Penentuan Awal Ramadhan
Penentuan awal Ramadhan di Indonesia mengacu pada dua metode utama: hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit).
Pemerintah, melalui Kementerian Agama (Kemenag), bersama Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, memiliki pendekatan yang berbeda dalam menentukan awal bulan hijriah, yang kerap menghasilkan perbedaan awal puasa.
- Pupuk Indonesia, Penyuluh dan Petani Klarifikasi Pemberitaan Soal HET dan Penjualan Paket di Bone
- Ancaman El Nino Mengintai, Anggota DPRD Makassar Hj Umiyati Minta Direksi Definitif PDAM Segera Ditetapkan
- Dinkes Jeneponto Perkuat Koordinasi dan Sinergi Program Percepatan Penurunan Stunting 2026
- DPRD Sulsel Dalami Polemik Seleksi Paskibraka, Kesbangpol Bantah Tes Bahasa Daerah Jadi Penentu
- Wali Kota Makassar Dukung Penuh Delegasi Paskibraka Menuju Seleksi Nasional 2026
Kemenag telah menjadwalkan pemantauan hilal pada 28 Februari 2025 di 125 titik pengamatan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Proses ini melibatkan Kantor Wilayah Kemenag, Pengadilan Agama, organisasi Islam, serta lembaga ilmiah seperti BMKG, BRIN, BIG, dan Observatorium Bosscha ITB.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa hasil pengamatan hilal ini akan menjadi dasar dalam sidang isbat yang akan digelar pada hari yang sama.
Sidang Isbat Penetapan 1 Ramadhan 1446 H
Sidang isbat merupakan forum resmi yang menentukan awal bulan Ramadhan. Sidang ini akan dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut:
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
